Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pendidikan Menentukan Upah, Pekerja Informal DKI Jakarta dengan Lulusan SMA ke Atas Raup Pendapatan Tertinggi

Deiby Rotinsulu • Selasa, 29 April 2025 | 18:12 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MANADOPOST.ID– Tingkat pendidikan terbukti berpengaruh besar terhadap pendapatan pekerja informal di DKI Jakarta.

Berdasarkan data dari publikasi Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2025, terdapat korelasi positif antara jenjang pendidikan terakhir dengan rata-rata penghasilan bersih bulanan para pekerja informal sepanjang tahun 2024.

Secara keseluruhan, rata-rata pendapatan bersih pekerja informal di DKI Jakarta mencapai Rp3.919.696 per bulan.

Namun, jika dirinci menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, terlihat perbedaan mencolok dalam penghasilan.

Pekerja informal yang tidak pernah mengenyam pendidikan hanya mendapatkan penghasilan rata-rata Rp2.444.701 per bulan.

Sementara itu, mereka yang tamat SD memperoleh Rp3.528.402, dan lulusan SMP/MTS mencatat pendapatan sebesar Rp3.164.340.

Pendapatan meningkat signifikan bagi lulusan SMA/SMK, yaitu Rp4.626.718.

Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi.

Sedangkan pekerja informal dengan pendidikan di atas SMA memperoleh pendapatan sebesar Rp4.718.370, menjadikannya kelompok dengan penghasilan tertinggi.

Dari segi wilayah administratif, Jakarta Barat kembali menempati posisi puncak dengan rata-rata pendapatan pekerja informal tertinggi yaitu Rp4.265.375.

Sementara itu, Kepulauan Seribu masih menjadi wilayah dengan pendapatan terendah, yakni Rp2.680.167 per bulan.

Berikut gambaran pendapatan rata-rata pekerja informal per wilayah:

- Jakarta Barat: Rp4.265.375

- Jakarta Selatan: Rp4.062.379

- Jakarta Pusat: Rp3.927.857

- Jakarta Utara: Rp3.687.338

- Jakarta Timur: Rp3.647.333

- Kepulauan Seribu: Rp2.680.167

Data ini menjadi sinyal penting bahwa pendidikan memiliki pengaruh langsung terhadap kesejahteraan ekonomi, bahkan dalam sektor informal sekalipun.

Peningkatan akses pendidikan dan pelatihan vokasional menjadi krusial dalam memperbaiki taraf hidup masyarakat pekerja informal.

Selain itu, adanya ketimpangan antarwilayah juga menunjukkan perlunya pemerataan pembangunan ekonomi dan pelatihan kerja di seluruh wilayah DKI Jakarta, terutama di daerah tertinggal seperti Kepulauan Seribu.

Dengan strategi pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, diharapkan seluruh pekerja informal di Jakarta dapat meraih kesejahteraan yang lebih merata. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
#Jakarta #upah #Pendidikan #menentukan #informal #pekerja