Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pencari Kerja di Gorontalo Tembus 12.903, Mayoritas Lulusan Apa?

Pratama Karamoy • Jumat, 9 Mei 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Provinsi Gorontalo mencatatkan lebih dari 12.900 pencari kerja terdaftar sepanjang tahun 2023, dengan mayoritas berasal dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) umum. Data ini diungkap oleh Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo.

Dari total 12.903 pencari kerja, 8.720 di antaranya adalah laki-laki, sementara 4.183 merupakan perempuan. Ketimpangan gender ini menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak terlibat aktif dalam pencarian kerja formal di provinsi ini. Namun yang lebih menarik adalah bagaimana latar belakang pendidikan turut membentuk dinamika angkatan kerja.

Photo
Photo

Lulusan SMA : Gerbang Menuju Dunia Kerja

Lulusan SMA umum (kategori pendidikan tertinggi ke-4) merupakan kelompok pencari kerja terbanyak, yaitu 6.490 orang. Dari jumlah tersebut, 4.658 adalah laki-laki, sedangkan 1.832 perempuan. Data ini mencerminkan bahwa pendidikan menengah atas masih menjadi batas pendidikan formal yang paling umum sebelum individu memasuki pasar kerja.

Sementara itu, lulusan universitas berada di urutan kedua, dengan 3.333 pencari kerja terdaftar. Yang mengejutkan, jumlah perempuan lulusan universitas (1.536 orang) hampir menyamai jumlah laki-laki (1.797 orang), menandakan peningkatan signifikan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi dan niat mereka untuk berkarier secara profesional.

Lulusan Diploma dan SMK: Masih Minim

Pencari kerja dari latar belakang pendidikan diploma (D1/D2/D3) tercatat hanya 280 orang (153 laki-laki dan 127 perempuan), jauh lebih rendah dibandingkan lulusan SMA dan universitas. Begitu pula dengan lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang hanya berjumlah 2.198 orang, yang terdiri dari 1.599 laki-laki dan 599 perempuan. Padahal secara ideal, SMK dan diploma didesain sebagai jalur cepat masuk ke dunia kerja melalui keahlian terapan.

Pendidikan Dasar hingga SMP: Terbatasnya Pilihan

Lulusan SD dan SMP masih terlihat sebagai bagian dari kelompok pencari kerja, masing-masing menyumbang 187 dan 404 orang. Walaupun relatif kecil, ini mengindikasikan bahwa masih ada segmen masyarakat yang masuk ke dunia kerja tanpa pendidikan menengah.

Yang lebih memprihatinkan adalah keberadaan 11 pencari kerja yang belum pernah sekolah atau belum tamat SD. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan dasar.

Baca Juga: Bukan Malas, Ini Alasan Banyak Warga Gorontalo Tak Masuk Angkatan Kerja

Fenomena dominasi lulusan SMA dan meningkatnya jumlah pencari kerja lulusan universitas menunjukkan bahwa kompetisi di pasar kerja Gorontalo semakin ketat, terutama di level pendidikan menengah dan atas. Pemerintah dan sektor swasta perlu merespons data ini dengan memperluas kesempatan kerja, menyusun pelatihan vokasional yang relevan, serta memperbaiki link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Data ini bukan sekadar angka—ini adalah refleksi dari arah pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo. Meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan ekosistem kerja yang inklusif menjadi kunci agar potensi angkatan kerja muda di daerah ini dapat benar-benar dimanfaatkan secara optimal.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Manado Post #Gorontalo