MANADOPOST.ID - Provinsi Gorontalo menunjukkan sinyal positif dalam pemulihan infrastruktur pendidikan pascapandemi. Data terbaru dari laporan statistik resmi mencatat bahwa jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah ini meningkat kembali pada tahun 2024 setelah sempat mengalami penurunan pada 2021.
Pada tahun 2020, total SMP di Gorontalo tercatat sebanyak 363 sekolah. Angka ini mengalami sedikit penurunan menjadi 359 sekolah di tahun 2021, sebuah penurunan yang meskipun tidak signifikan secara kuantitatif, tetap menjadi catatan penting dalam dinamika pembangunan pendidikan daerah. Namun kabar baiknya, tahun 2024 menandai kembalinya jumlah SMP di provinsi ini ke angka semula, yakni 363 sekolah.
Jika dilihat lebih dekat, setiap kabupaten/kota di Gorontalo memiliki kontribusi yang stabil dan relatif konsisten terhadap total jumlah sekolah tersebut:
-
Kabupaten Boalemo menunjukkan kestabilan absolut dengan 57 sekolah sepanjang tiga tahun terakhir.
-
Kabupaten Gorontalo, yang memiliki jumlah SMP tertinggi, sedikit menurun dari 125 (2020) menjadi 124 sekolah (2021–2024).
-
Kabupaten Pohuwato menunjukkan fluktuasi ringan: turun ke 52 sekolah di 2021 sebelum kembali ke 54 sekolah di 2024.
-
Kabupaten Bone Bolango justru mengalami peningkatan dari 50 sekolah di 2021 menjadi 53 sekolah pada 2024.
-
Kabupaten Gorontalo Utara relatif stabil di angka 53, meski sedikit menurun menjadi 52 sekolah pada 2024.
-
Kota Gorontalo, sebagai wilayah perkotaan, mempertahankan angka tetap di 23 sekolah selama tiga tahun berturut-turut.
Stabilitas dan Perbaikan Pascapandemi
Penurunan jumlah sekolah pada 2021 kemungkinan besar dipengaruhi oleh dampak pandemi COVID-19 yang melanda berbagai sektor, termasuk pendidikan. Beberapa sekolah mungkin mengalami penggabungan unit, penyesuaian fasilitas, atau kendala operasional. Namun tren peningkatan kembali pada 2024 menjadi indikator bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak tinggal diam.
Upaya revitalisasi pendidikan ini tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga memperlihatkan pentingnya pemerataan akses pendidikan di seluruh kabupaten/kota. Penguatan kelembagaan dan keberlanjutan program pembangunan pendidikan menjadi kunci untuk menjaga momentum ini.
Baca Juga: SMK Masih Diminati di Gorontalo? Yuk Cek Datanya!
Kenaikan kembali ke angka 363 bukan sekadar statistik. Ini adalah refleksi dari kebijakan daerah yang tetap berkomitmen pada layanan pendidikan, meski di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial. Bagi para pelajar dan masyarakat, ketersediaan sekolah yang cukup memberikan harapan akan akses belajar yang lebih mudah dan dekat dari tempat tinggal mereka.
Dengan tren positif ini, perhatian selanjutnya dapat diarahkan pada kualitas pengajaran, peningkatan fasilitas sekolah, serta distribusi guru yang merata di seluruh wilayah. Karena dalam dunia pendidikan, yang lebih penting adalah kualitas dan keberlanjutan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy