Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kesehatan Bukan Hanya Dokter: Ini Potret SDM Non-Medis di Gorontalo

Pratama Karamoy • Kamis, 22 Mei 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Tenaga kesehatan non-medis seperti ahli gizi, terapis fisik, dan petugas kesehatan lingkungan memainkan peran krusial dalam membangun sistem kesehatan yang holistik dan preventif. Sayangnya, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa distribusi tenaga kesehatan ini di Provinsi Gorontalo tahun 2024 masih timpang, terutama di wilayah-wilayah terpencil.

Photo
Photo

Petugas Kesehatan Masyarakat: Kabupaten Gorontalo Paling Dominan

Dalam kategori tenaga kesehatan masyarakat, Kabupaten Gorontalo mencatat jumlah tertinggi dengan 190 orang, hampir sepertiga dari total provinsi yang berjumlah 596 orang. Sementara itu, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato tertinggal jauh, masing-masing hanya memiliki 71 dan 75 tenaga kesehatan masyarakat.

Ketimpangan ini mencerminkan tantangan dalam upaya penyuluhan dan pencegahan penyakit yang sangat bergantung pada peran tenaga kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kesehatan Lingkungan: Kota Gorontalo Memimpin

Mengejutkan, Kota Gorontalo menjadi yang tertinggi dalam kategori tenaga kesehatan lingkungan dengan 49 orang, mengungguli semua kabupaten lain. Kabupaten Gorontalo berada di posisi kedua dengan 44 orang, sementara yang paling sedikit adalah Kabupaten Gorontalo Utara dengan hanya 23 tenaga kesehatan lingkungan.

Kesehatan lingkungan menjadi isu sentral di era urbanisasi dan perubahan iklim. Rendahnya jumlah tenaga di daerah seperti Gorontalo Utara dapat memperburuk risiko sanitasi dan penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Baca Juga: Puskesmas Pembantu di Gorontalo Menyusut, Pemerintah Harus Bertindak?

Ahli Gizi: Kabupaten Gorontalo Unggul, Tapi Pemerataan Masih Jauh

Dalam bidang gizi, Kabupaten Gorontalo kembali menjadi yang terdepan dengan 141 ahli gizi, diikuti oleh Kabupaten Bone Bolango dengan 91 orang. Di sisi lain, Kabupaten Gorontalo Utara hanya memiliki 67 ahli gizi, sementara Pohuwato dan Kota Gorontalo masing-masing mencatat 69 dan 76 tenaga gizi.

Rendahnya jumlah ahli gizi dapat berdampak besar terhadap prevalensi stunting dan masalah gizi buruk, terutama di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Terapis Fisik: Kota Gorontalo Terdepan, Wilayah Lain Masih Tertinggal

Di antara semua kategori, tenaga keterapian fisik (fisioterapis) menjadi yang paling langka. Seluruh provinsi hanya memiliki 41 orang terapis fisik, dengan Kota Gorontalo menyumbang hampir 40% dari total tersebut (16 orang). Kabupaten Gorontalo menyusul dengan 11 orang, sementara Kabupaten Gorontalo Utara hanya memiliki 1 terapis fisik untuk seluruh wilayah.

Ini menunjukkan adanya kesenjangan layanan rehabilitasi dan terapi fisik di hampir seluruh wilayah di luar pusat kota. Padahal, layanan ini penting dalam pemulihan pasca stroke, kecelakaan, serta perawatan anak berkebutuhan khusus.

Distribusi Tenaga Kesehatan Non-Medis: Tantangan Pemerataan Layanan Dasar

Secara keseluruhan, berikut jumlah total tenaga kesehatan non-medis di Provinsi Gorontalo pada tahun 2024:

Meski jumlah di tingkat provinsi terlihat memadai, distribusinya sangat tidak merata. Kota dan kabupaten besar mendominasi jumlah tenaga kesehatan, sedangkan wilayah-wilayah seperti Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pohuwato tertinggal jauh.

Mendorong Pemerataan: Perlu Terobosan Kebijakan

Pemerintah provinsi diharapkan segera merumuskan kebijakan afirmatif, seperti insentif khusus bagi tenaga non-medis untuk bertugas di daerah terpencil, kerja sama dengan institusi pendidikan lokal, dan peningkatan program pelatihan berbasis komunitas.

Tanpa langkah strategis, ketimpangan ini berpotensi memperlebar kesenjangan kesehatan antarwilayah dan menghambat pembangunan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh di Provinsi Gorontalo.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Kesehatan #Manado Post #Gorontalo