MANADOPOST.ID - Provinsi Banten mencatat peningkatan produksi beberapa jenis bahan tambang selama periode 2022 hingga 2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, dua komoditas tambang yang mendominasi dalam hal volume produksi adalah batu gamping (lime stone) dan andesit (andesite).
Batu gamping secara konsisten menjadi bahan tambang dengan volume produksi tertinggi. Pada tahun 2023, produksinya mencapai 6.359.111,16 m³, dan meningkat pada 2024 menjadi 6.467.049 m³. Material ini banyak digunakan dalam industri semen dan konstruksi, sehingga permintaannya tinggi.
Tak kalah signifikan, produksi andesit juga mengalami lonjakan besar dari 640.667 m³ pada 2023 menjadi 2.089.251 m³ pada 2024. Angka ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur yang membutuhkan batuan keras sebagai material utama.
Beberapa komoditas lain juga mencatat pertumbuhan:
-
Tanah liat (clay) meningkat dari 418.736,85 m³ (2023) menjadi 946.859 m³ (2024).
-
Tanah urug (piled soil) mulai tercatat pada 2024 dengan produksi 291.783 m³.
-
Pasir kuarsa (quartz sand) meningkat dari 267.393 m³ (2023) menjadi 301.023 m³ (2024).
-
Pasir darat (land sand) naik dari 24.030 m³ ke 126.597 m³.
-
Pasir laut (sea sand) kembali muncul pada tahun 2024 dengan produksi 3.926.995 m³ setelah tidak tercatat dua tahun sebelumnya.
Beberapa bahan tambang lainnya seperti makadam, bentonit, dan tras hanya muncul dalam satu atau dua tahun terakhir, sementara sejumlah komoditas seperti emas, perak, batubara, dan galena masih tidak memiliki data produksi yang tercatat.
Kehadiran data produksi ini menegaskan pentingnya sektor pertambangan sebagai penopang ekonomi daerah. Selain untuk mendukung pembangunan, data ini juga menjadi indikator tren kebutuhan material industri dan konstruksi di Banten.
Dengan meningkatnya volume produksi pada beberapa bahan tambang utama, Banten terus menunjukkan peran strategisnya dalam penyediaan material tambang di tingkat nasional.
Editor : Tanya Rompas