MANADOPOST.ID- Jumlah desa dan kelurahan yang terdampak banjir di Provinsi Jawa Barat tercatat mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024 dibandingkan dua tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari publikasi resmi BPS Jawa Barat, jumlah desa terdampak banjir di seluruh kabupaten/kota mencapai 1.005 wilayah pada 2021, namun turun drastis menjadi hanya 701 wilayah pada 2024.
Penurunan ini menandakan adanya perbaikan dalam sistem penanggulangan bencana atau faktor cuaca yang lebih bersahabat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, beberapa wilayah seperti Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi masih menjadi kawasan dengan tingkat kerentanan banjir tertinggi di Jawa Barat.
Banjir di wilayahnya pada tahun 2024 masih cukup banyak, dengan 62 desa terdampak. Bogor secara geografis berada di kawasan rawan, ditambah dengan tingginya urbanisasi dan alih fungsi lahan, sehingga potensi banjir masih tinggi.
Sementara itu, Karawang yang pada 2021 sempat mencatat rekor dengan 80 desa terdampak banjir, kini turun menjadi 48 desa pada 2024. Upaya normalisasi sungai dan peningkatan tanggul di daerah langganan banjir mulai menunjukkan hasil. Melibatkan warga untuk lebih waspada dan aktif dalam menjaga lingkungan, terutama saluran air.
Kota Bekasi juga mengalami penurunan signifikan dari 45 desa terdampak pada 2021 menjadi 25 desa pada 2024. Hal ini disebabkan oleh pembangunan drainase terpadu dan sistem peringatan dini yang mulai dioperasikan sejak akhir 2022.
Namun tidak semua daerah mencatat penurunan. Seperti Kabupaten Cirebon yang justru mengalami lonjakan dari 19 desa pada 2020 menjadi 89 desa terdampak pada 2024.
Secara keseluruhan, dari total 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, mayoritas menunjukkan tren penurunan jumlah desa terdampak banjir.
Tren ini menggambarkan adanya peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana serta dukungan dari pemerintah daerah melalui program-program pengurangan risiko bencana.
Editor : Clavel Lukas