MANADOPOST.ID - Provinsi Gorontalo mencatatkan lonjakan signifikan dalam produksi terung pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, total produksi terung di seluruh wilayah Gorontalo meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 6.405 kuintal pada tahun 2023 menjadi 14.434,90 kuintal pada 2024. Angka ini menandai penguatan sektor pertanian hortikultura, khususnya dalam komoditas terung.
Kabupaten Pohuwato menjadi sorotan utama sebagai penyumbang produksi terbesar. Dari 1.671 kuintal pada tahun 2023, produksinya melonjak drastis menjadi 10.784 kuintal pada 2024. Kenaikan ini menjadi sinyal positif akan keberhasilan strategi pertanian di daerah tersebut, baik dari sisi pembinaan petani maupun pengelolaan lahan dan distribusi.
Kabupaten Boalemo juga mencatat pertumbuhan mencolok. Dari hanya 235 kuintal pada 2023, angkanya naik menjadi 972 kuintal pada 2024. Meskipun skalanya tidak sebesar Pohuwato, peningkatan ini tetap memperlihatkan keseriusan dalam mengembangkan komoditas hortikultura yang berpotensi pasar tinggi.
Di sisi lain, Kabupaten Bone Bolango menunjukkan peningkatan lebih moderat, dari 2.239 kuintal menjadi 2.337 kuintal. Sedangkan Gorontalo Utara justru mengalami penurunan drastis dari 2.260 kuintal menjadi hanya 330,90 kuintal di tahun 2024. Penurunan ini bisa menjadi indikator adanya hambatan teknis, pergeseran prioritas, atau faktor cuaca yang memengaruhi produktivitas.
Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo tidak menunjukkan data produksi terung pada kedua tahun tersebut. Ini mungkin menunjukkan belum adanya aktivitas budidaya yang tercatat secara resmi atau keterbatasan pelaporan data.
Baca Juga: Dari 2.373 ke 1.956 Kuintal: Apa yang Terjadi dengan Bawang Merah Gorontalo?
Sementara itu, komoditas wortel masih belum menunjukkan geliat produksi di Provinsi Gorontalo. Seluruh kabupaten dan kota di Gorontalo tercatat tidak memiliki produksi wortel baik di tahun 2023 maupun 2024. Ini mengindikasikan bahwa wortel belum menjadi komoditas yang diutamakan, dan berpotensi dikembangkan di masa depan untuk mendiversifikasi hasil pertanian daerah.
Pertumbuhan signifikan produksi terung ini membuka optimisme baru dalam sektor pertanian Gorontalo. Pohuwato muncul sebagai model sukses yang bisa direplikasi oleh daerah lain. Namun, fluktuasi di beberapa wilayah juga menjadi pengingat akan pentingnya kestabilan produksi dan adaptasi terhadap tantangan teknis di lapangan. Dengan strategi yang berkelanjutan dan dukungan kebijakan yang kuat, Gorontalo berpotensi memperkuat posisinya dalam peta pertanian hortikultura nasional.(pr)
Editor : Pratama Karamoy