MANADOPOST.ID - Provinsi Gorontalo menunjukkan kestabilan dalam produksi daging kambing selama dua tahun terakhir. Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, total produksi daging kambing dalam bentuk karkas tercatat mencapai 204.655,56 kilogram pada tahun 2023 dan sedikit menurun menjadi 201.805,99 kilogram pada tahun 2024.
Di sisi produksi daging meatyield atau daging siap konsumsi, Gorontalo mengalami kenaikan tipis dari 161.690,03 kilogram pada tahun 2023 menjadi 162.955,78 kilogram di tahun berikutnya. Kenaikan ini mencerminkan efisiensi dalam proses pemotongan dan pemanfaatan daging yang lebih optimal di tingkat peternakan maupun rumah potong hewan.
Kabupaten Gorontalo menjadi penyumbang produksi daging kambing tertinggi dengan capaian 93.451,63 kilogram karkas pada 2023 dan 91.633,60 kilogram pada 2024. Produksi meatyield dari wilayah ini juga sangat menonjol yaitu 73.832,69 kilogram di tahun 2023 dan naik menjadi 73.992,52 kilogram di tahun berikutnya. Dominasi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Gorontalo merupakan pusat utama pembibitan dan pemotongan kambing yang terkelola dengan baik.
Kota Gorontalo berada di posisi kedua dengan produksi karkas sebesar 44.206,68 kilogram pada 2023 dan 43.333,76 kilogram pada 2024. Produksi meatyield juga relatif stabil yakni 34.926,07 kilogram dan 34.992,25 kilogram secara berurutan. Peran kota ini sebagai pusat distribusi dan konsumsi turut mendukung performa produksinya.
Baca Juga: Gorontalo Genjot Produksi Buah Lokal, Sayuran Masih Perlu Perhatian
Kabupaten Bone Bolango mencatat angka yang cukup kompetitif dengan 21.183,38 kilogram produksi karkas pada 2023 dan 20.977,65 kilogram pada 2024. Sementara meatyield meningkat dari 16.735,42 menjadi 16.939,08 kilogram. Peningkatan ini menjadi indikasi bahwa produktivitas peternak kambing di Bone Bolango terus berkembang seiring dengan peningkatan kualitas pemeliharaan.
Kabupaten Boalemo juga mencatatkan produksi yang stabil. Dari 18.581,98 kilogram pada 2023 menjadi 18.379,74 kilogram pada 2024. Meskipun jumlahnya tidak mengalami lonjakan besar, tingkat efisiensi meatyield di wilayah ini cukup terjaga dengan angka yang hanya sedikit berubah yaitu dari 14.680,94 menjadi 14.841,32 kilogram.
Kabupaten Pohuwato dan Gorontalo Utara menunjukkan tren stabil. Pohuwato menghasilkan 13.182,55 kilogram daging karkas dan 10.415,05 kilogram meatyield pada 2023. Sementara Gorontalo Utara mencatat 14.049,34 kilogram karkas dan 11.099,86 kilogram meatyield. Di tahun 2024, kedua daerah ini mencatat angka yang hampir serupa dan bahkan sedikit meningkat.
Data ini diperoleh dari laporan pemotongan ternak bulanan yang mencakup pemotongan di RPH dan luar RPH, baik yang tercatat maupun perkiraan tidak tercatat. Rata-rata produksi dihitung berdasarkan daging karkas, jeroan, dan bagian konsumsi lainnya sesuai standar laporan nasional.
Dengan jumlah yang mendekati 205 ribu kilogram per tahun, sektor peternakan kambing di Gorontalo menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan memenuhi permintaan daging domestik yang terus meningkat.(pr)
Editor : Pratama Karamoy