MANADOPOST.ID- Pemerataan pembangunan gender di Provinsi DKI Jakarta masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal ketersediaan data yang memadai di tingkat wilayah.
Berdasarkan data tahun 2024 yang dihimpun dalam publikasi statistik resmi, diketahui bahwa hanya satu wilayah yang telah mencatatkan nilai Indeks Pembangunan Gender (IPG), yakni Jakarta Selatan.
Sementara itu, lima wilayah lainnya—Kepulauan Seribu, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara—belum memiliki data IPG yang tersedia.
Ketiadaan angka pada wilayah-wilayah tersebut mengindikasikan masih adanya tantangan dalam pendataan indikator pembangunan berbasis gender.
Hal ini juga menggambarkan belum optimalnya pemantauan terhadap aspek kesetaraan gender yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan ekonomi antara laki-laki dan perempuan.
Indeks Pembangunan Gender merupakan indikator penting yang mengukur sejauh mana pembangunan dapat dinikmati secara setara oleh penduduk laki-laki dan perempuan.
Ketidakhadiran data dari sebagian besar wilayah di Jakarta menjadi hambatan dalam menyusun strategi dan kebijakan pembangunan yang berpihak pada keadilan gender.
Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan koordinasi dan penguatan sistem pencatatan di tingkat daerah.
Dengan data yang lengkap dan akurat, upaya untuk mendorong pembangunan yang adil dan merata antar gender di wilayah perkotaan seperti Jakarta dapat dirancang secara lebih terarah dan efektif.
Ke depan, diharapkan seluruh wilayah administrasi di DKI Jakarta dapat melaporkan capaian IPG mereka masing-masing.
Langkah ini akan mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada aspek sosial yang menjamin kesetaraan bagi seluruh penduduk tanpa memandang jenis kelamin. (*)
Editor : Gregorius Mokalu