Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Marlon Sumaraw; Si Tukang Bolos di SMA yang Cita-citanya Terwujud

Tanya Rompas • Senin, 23 Juni 2025 | 13:51 WIB

Photo
Photo

Di mata teman-temannya salah satu SMA Negeri di Manado, Marlon Sumaraw tak punya prestasi akademik. Malah sebaliknya, si tukang bolos dengan rekor ganjaran “diusirkeluar” pihak sekolah.

===

USAI dipecat di sekolah negeri, dia pun berlabuh hingga lulus di SMA Wira Karya Manado, sekolah swasta yang berpindah-pindah tempat, pinjam sana pinjam sini karena tak punya gedung.

Lulus SMA, dia ikut seleksi masuk perguruan tinggi. Tidak lulus. Setahun kemudian, ikut lagi dan kali ini lulus di FISIP Unsrat, jurusan Ilmu Komunikasi. Namun tak langsung kuliah. Dia coba merantau ikut program pertukaran pemuda antar provinsi Sulut dan Irian Jaya. Wawasannya pun mulai terbuka berkat program gagasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bidang pembinaan generasi muda.

Tahun 1994, barulah dia mengenyam bangku kuliah di kampus reformasi FISIP oranye Unsrat. Jadilah dia aktivis mahasiswa. Bahkan pernah dipercaya menjabat Ketua Senat Mahasiswa tahun 1998-1999.

Di kalangan aktivis, dia dikenang memimpin FISIP Unsrat sebagai elemen terbesar dalam aksi demonstrasi pendudukan 100 Jam DPRD Sulut tahun 1998. Unjuk rasa mahasiswa se Sulut itu sebagai pressure mahasiswa se Indonesia untuk menggulingkan rezim orde baru. Aksi demo di gedung parlemen Sulut itu dievakuasi aparat kepolisian pada tengah malam.

Marlon dilahirkan di Kota Tondano, Minahasa pada 11 Juli 1974. Saat ini menjabat Direktur Utama Manado Post Grup, perusahaan media yang bernaung di bawah Jawa Pos Grup.

Kedua orang tuanya berprofesi guru Sekolah Dasar. Engku Handrie Sumaraw (alm) dan Enci Telly Mathilda Isabela Kumontoy. Ayahnya dari Desa Tandengan dan Maumbi Kecamatan Eris, ibu asal Desa Ranowangko II Kecamatan Kombi (Tondano Pante), tempat kelahiran Pahlawan Nasional Sam Ratulangi yang mottonya terkenal Si Tou Timou Tumou Tou.

Marlon seorang Jurnalis yang memulai karier kewartawanannya di Manado Post hingga sekarang ini.

Begitu lulus di FISIP Unsrat tahun 1999, dia awalnya mengikuti kursus jurnalistik yang diselenggarakan di Balai Wartawan pada tahun 2000.

Kursus tak sampai selesai, dia mencoba melamar di Manado Post, lantas diterima, dan menjalani training reporter.

Pada Januari 2001, dia menjadi reporter politik dan pemerintahan. Kemudian tahun 2002, dipercaya menjadi Kepala Biro Bitung Manado Post.

Tahun 2003, dikirim ke Surabaya mengikuti Program BKO (Bawah Kendali Operasi) Jawa Pos. Begitu balik Manado, menjadi asisten redaktur rubrik Pemilu, lalu redaktur Politik Pemerintahan.
Tahun 2009, diangkat menjadi Pemimpin Redaksi Manado Post hingga 2013. Sewaktu menjabat Pemred Manado Post, dia dipilih sebagai Wakil Forum Pemred Jawa Pos Grup yang memiliki anak perusahaan dari Sabang sampai Merauke.

Lalu menjadi Wakil Direktur sampai 2018, Direktur 2018-2020 dan pada 2020 menjadi Direktur Utama hingga sekarang. Tugasnya sekarang sangat menantang: melakukan transformasi digital.

Marlon Sumaraw adalah pemegang Sertifikat Kompetensi Wartawan Utama Dewan Pers yang dilaksanakan Lembaga Pers DR Sutomo dengan Nomor 746-LPDS/WU/DP/I/2012/11/07/74.

Pada Pemilu 1999, pasca tumbangnya rezim orde baru, dia menjadi Koordinator Mahasiswa Pemantau Pemilu UNFREL di Sulut.

Saat ini, Marlon juga aktif dalam organisasi gereja, Ketua Pria Kaum Bapa GMIM Yudea Paal Dua, dan Ketua P/KB GMIM Wilayah Manado Timur VI. Dia salah satu pendiri Panji Yosua P/KB GMIM dan merupakan Kepala Staf Panji Yosua P/KB GMIM pertama.

Sedari SMA, Marlon memang sudah bercita-cita jadi repoter untuk meliput dari dalam tempat pertandingan. Impiannya boleh dikata terwujud.

Dia pernah membuat tulisan dari dalam Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, dan Camp Nou, Barcelona Spanyol.

Pun melakukan perjalanan jurnalistik ke beberapa kota di China, dan sejumlah negara di Eropa. Juga ke Israel, Yordania, Palestina dan Mesir: Ziarah rohani sembari membuat tulisan di Gunung Nebo, Kota Yeriko, Laut Mati, Betlehem, Tembok Ratapan, hingga Gunung Sinai-Sungai Nil, Mesir.

Berkat profesinya sebagai jurnalis inilah, dia pernah menjadi Dosen Luar Biasa di almamaternya FISIP Unsrat Jurusan Ilmu Komunikasi. Dan pernah aktif di organisasi AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia) dan PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Kota Manado.(*)

Editor : Tanya Rompas
#Marlon Sumaraw