MANADOPOST.ID - Gambaran geliat sektor perhotelan di Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2024 tampak jelas dalam data tingkat penghunian kamar yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Hotel dengan klasifikasi bintang menunjukkan tingkat okupansi yang cukup tinggi dibandingkan dengan hotel nonbintang yang masih menghadapi tantangan dalam menarik lebih banyak tamu.
Tingkat penghunian kamar pada hotel bintang di Gorontalo mengalami tren kenaikan yang stabil sejak awal tahun. Pada bulan Januari angka okupansi berada di kisaran 38,33 persen kemudian sempat menurun pada Februari dan Maret namun mulai menunjukkan peningkatan pada bulan April. Titik tertinggi terjadi pada bulan November dengan tingkat hunian mencapai 64,75 persen disusul oleh Agustus sebesar 58,52 persen dan Oktober dengan angka 57,78 persen. Seluruh bulan pada paruh kedua tahun memperlihatkan okupansi di atas 50 persen yang menunjukkan momentum puncak kunjungan wisatawan atau meningkatnya kegiatan bisnis dan pertemuan yang memanfaatkan fasilitas hotel.
Sebaliknya hotel nonbintang di Provinsi Gorontalo mencatat angka penghunian yang jauh lebih rendah. Tingkat tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar 17,14 persen sementara bulan terendah tercatat pada Maret yang hanya mencapai 13,75 persen. Rata-rata okupansi hotel nonbintang sepanjang tahun 2024 adalah 15,64 persen. Angka ini mengindikasikan perlunya strategi khusus untuk meningkatkan daya saing hotel jenis ini terutama dalam hal promosi fasilitas dan pelayanan.
Baca Juga: Serba-serbi Hotel di Gorontalo, Yuk Intip Datanya!
Secara keseluruhan rata-rata tingkat penghunian kamar hotel bintang sepanjang 2024 di Provinsi Gorontalo mencapai 49,17 persen. Ini merupakan angka yang cukup menjanjikan dan menandakan peran penting sektor akomodasi dalam menunjang perekonomian daerah. Tren ini juga membuka peluang lebih luas bagi investor untuk mengembangkan jaringan perhotelan kelas menengah ke atas di wilayah ini.
Data ini dapat menjadi cerminan sekaligus panduan bagi pelaku industri perhotelan dalam menyusun strategi bisnis. Kegiatan promosi wisata, penyelenggaraan event skala nasional maupun regional, serta peningkatan konektivitas transportasi menjadi kunci dalam menjaga dan bahkan meningkatkan tingkat hunian hotel. Pemerintah daerah bersama para pelaku industri pariwisata perlu memperkuat kolaborasi agar kunjungan wisatawan meningkat tidak hanya dalam jumlah tetapi juga dalam durasi tinggal serta persebaran ke berbagai jenis akomodasi.
Kesenjangan antara okupansi hotel bintang dan nonbintang juga menggarisbawahi pentingnya pembinaan dan peningkatan kualitas layanan pada hotel-hotel nonbintang agar mampu bersaing dan menjadi alternatif menarik bagi para wisatawan dan pelancong bisnis.(pr)
Editor : Pratama Karamoy