MANADOPOST.ID- Jawa Barat mencatatkan luas areal perkebunan kelapa sawit dan kelapa yang relatif stabil dan signifikan pada tahun 2024.
Data terbaru dari BPS menunjukkan bahwa total luas perkebunan kelapa sawit mencapai 4.527,35 hektare, sementara luas areal kelapa menyentuh angka 144.487,06 hektare di seluruh wilayah provinsi.
Komoditas kelapa sawit, meskipun tidak sebesar tanaman tahunan lainnya di Jawa Barat, tetap bertahan di beberapa wilayah strategis. Kabupaten Garut menjadi yang terluas dengan 3.700,87 hektare, angka ini tidak mengalami perubahan signifikan dari tahun 2023.
Sementara Kabupaten Tasikmalaya memiliki 17 hektare, dan Kabupaten Sukabumi seluas 552,59 hektare, menunjukkan fokus terbatas namun stabil terhadap perkebunan sawit di beberapa daerah.
Peningkatan justru datang dari wilayah seperti Kabupaten Pangandaran, yang mengalami kenaikan dari 47,90 hektare di tahun 2023 menjadi 79,82 hektare di tahun 2024.
Ini menunjukkan adanya ekspansi perlahan pada lahan sawit meskipun bukan menjadi komoditas utama di provinsi ini.
Sementara itu, perkebunan kelapa mendominasi peta pertanian perkebunan Jawa Barat. Kabupaten Subang menjadi penyumbang terbesar dengan luas mencapai 15.000 hektare, disusul oleh Kabupaten Cianjur dengan 8.894,06 hektare, dan Kabupaten Garut dengan 4.359,54 hektare.
Luas areal kelapa di provinsi ini hampir merata, dari wilayah barat hingga timur, dengan konsentrasi tertinggi di daerah agraris seperti Sumedang, Indramayu, dan Sukabumi.
Menariknya, wilayah kota juga mulai tercatat memiliki areal perkebunan kelapa meski dalam skala kecil. Misalnya, Kota Cirebon memiliki 26,26 hektare, dan Kota Banjar memiliki lebih dari 2.048,43 hektare.
Ini mencerminkan bahwa sektor perkebunan kelapa tidak hanya bergantung pada daerah pedesaan, tetapi juga merambah ke kawasan urban dan semi-urban.
Jika dibandingkan dengan tahun 2023, total luas lahan kelapa meningkat dari 144.973,95 hektare menjadi 144.487,06 hektare.
Editor : Clavel Lukas