MANADOPOST.ID - Peta topografi desa dan kelurahan di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami perubahan signifikan dalam enam tahun terakhir. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, hingga tahun 2024 tercatat ada 1.818 desa dan kelurahan yang terletak di dataran, 1.229 di wilayah lereng dan puncak, serta 13 di wilayah lembah. Data ini menunjukkan bahwa dataran masih menjadi lokasi utama pemukiman masyarakat, meskipun terjadi peningkatan cukup mencolok pada desa yang berada di wilayah berbukit dan lereng.
Lereng dan puncak mengalami lonjakan besar dari 678 desa pada tahun 2018 menjadi 1.229 pada tahun 2024. Lonjakan ini menandakan adanya pertumbuhan pemukiman ke wilayah yang lebih tinggi, kemungkinan dipicu oleh pertumbuhan penduduk, keterbatasan lahan di dataran, serta dorongan pengembangan wilayah baru.
Kabupaten Tana Toraja menjadi wilayah dengan jumlah desa lereng terbanyak, yakni mencapai 154 unit. Toraja Utara menyusul dengan 142 desa. Keduanya memang dikenal sebagai wilayah pegunungan dengan medan terjal yang menjadi karakter utama topografinya.
Gowa juga mencatat 65 desa di wilayah lereng, menunjukkan bahwa daerah ini terus berkembang ke arah kawasan berbukit. Wilayah lain yang cukup dominan di zona lereng antara lain Bone dengan 52 desa, serta Enrekang yang mengalami lonjakan dari 81 menjadi 121 desa pada 2024.
Di sisi lain, dataran tetap menjadi lokasi favorit bagi pembangunan desa dan kelurahan. Kabupaten Bone mencatat jumlah tertinggi dengan 320 desa di wilayah datar, disusul Wajo dengan 164 desa dan Luwu dengan 133 desa. Kota Makassar, meskipun wilayahnya kecil, juga memiliki 153 desa dan kelurahan di dataran, menandakan konsentrasi urbanisasi yang tinggi.
Sementara itu, wilayah lembah masih menjadi lokasi paling sedikit digunakan untuk permukiman. Hanya 13 desa yang tercatat berada di lembah sepanjang tahun 2024. Enrekang mencatat satu desa di lembah, turun drastis dari 27 pada tahun 2018. Tana Toraja tercatat memiliki 3 desa di lembah, sedangkan Luwu Utara yang sebelumnya memiliki 18 desa di lembah kini hanya menyisakan 4 unit.
Baca Juga: Kebutuhan Lokal Meningkat, Gorontalo Perluas Volume Impor
Beberapa daerah pesisir seperti Kepulauan Selayar, Bulukumba dan Bantaeng tidak memiliki desa di lembah, namun memiliki kontribusi besar dalam wilayah dataran dan lereng, menandakan karakter geografisnya yang lebih condong ke pesisir dan perbukitan.
Kota-kota seperti Parepare dan Palopo memiliki distribusi yang relatif seimbang meski jumlahnya sedikit. Parepare misalnya, memiliki 15 desa di lereng dan 7 desa di dataran. Sedangkan Palopo mencatat 16 desa lereng dan 32 di dataran.
Data ini menjadi penting sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan daerah, terutama dalam pengelolaan risiko bencana, pemerataan infrastruktur, serta penyesuaian tata ruang yang berbasis kondisi geografis masing-masing wilayah.(pr)
Editor : Pratama Karamoy