Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Rokok di Kalangan Anak Muda Sulsel, Ancaman Serius bagi Generasi Mendatang

Pratama Karamoy • Jumat, 1 Agustus 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Provinsi Sulawesi Selatan kembali dihadapkan pada tantangan serius terkait tingginya angka perokok. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional 2024 mengungkapkan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi yang paling banyak mengonsumsi rokok dalam sebulan terakhir.

Photo
Photo

Dalam laporan tersebut, terlihat jelas bahwa persentase perokok usia 25 hingga 34 tahun menempati posisi tertinggi dengan rata rata 22,46 persen. Disusul oleh kelompok usia 35 hingga 44 tahun yang mencapai 25,13 persen. Sementara itu, kelompok usia muda 15 hingga 24 tahun juga mencatat angka cukup signifikan yakni 12,12 persen, menunjukkan bahwa perokok pemula masih sulit ditekan meskipun berbagai kampanye kesehatan terus digencarkan.

Kota Luwu Timur mencatat persentase tertinggi untuk kelompok usia 25 hingga 34 tahun dengan angka mencapai 28,82 persen, diikuti Kota Palopo sebesar 25,94 persen dan Kabupaten Luwu sebesar 25,46 persen. Sementara untuk kelompok usia 35 hingga 44 tahun, Tana Toraja menduduki peringkat teratas dengan 28,16 persen. Fakta ini menegaskan bahwa wilayah pegunungan pun tak luput dari tingginya prevalensi merokok.

Baca Juga: Peta Terbaru Pendidikan Tinggi Sulsel: Daerah Ini Masih Nihil!

Menariknya, angka merokok menurun seiring bertambahnya usia. Pada kelompok usia 55 hingga 64 tahun, persentase rata rata tinggal 12,38 persen dan semakin menurun di usia 65 tahun ke atas yang hanya 7,02 persen. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan berhenti merokok di usia lanjut, meski dampak kesehatan jangka panjang kemungkinan sudah terlanjur dirasakan.

Selain itu, terdapat variasi yang cukup lebar antarwilayah. Pinrang mencatat angka cukup tinggi di usia 35 hingga 44 tahun dengan 27,16 persen, sementara Soppeng justru relatif rendah pada kelompok usia muda dengan hanya 5,76 persen. Kota besar seperti Makassar pun tak luput, dengan 26,99 persen perokok di usia 35 hingga 44 tahun, angka yang menunjukkan bahwa kehidupan urban tidak menurunkan prevalensi merokok.

Melihat data ini, Sulawesi Selatan masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam upaya menekan konsumsi rokok terutama di kalangan usia produktif. Edukasi kesehatan, regulasi yang lebih ketat, serta penyediaan alternatif gaya hidup sehat menjadi langkah penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam kebiasaan merokok yang membahayakan kesehatan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulsel #mpedia #BPS #Manado Post #rokok