Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Penyelesaian Tindak Pidana di Sulsel Meningkat Drastis, Kinerja Aparat Membaik?

Pratama Karamoy • Senin, 4 Agustus 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan capaian menggembirakan dalam upaya penegakan hukum. Berdasarkan publikasi Sulawesi Selatan dalam Angka 2025, persentase penyelesaian tindak pidana meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir, meskipun jumlah kasus kriminal yang dilaporkan dan risiko masyarakat terkena kejahatan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Photo
Photo

Pada 2022, rata-rata persentase penyelesaian kasus kriminal di Sulawesi Selatan tercatat sebesar 61,18 persen. Angka ini melonjak menjadi 82,41 persen pada 2023, dan kembali naik menjadi 83,32 persen di 2024. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa upaya kepolisian bersama masyarakat semakin efektif dalam menindaklanjuti laporan kejahatan.

Beberapa daerah bahkan mencatat tingkat penyelesaian kasus yang sangat tinggi. Kabupaten Soppeng misalnya, berhasil menyelesaikan lebih dari seratus persen kasus pada 2024, mencapai 116,48 persen, yang mengindikasikan penanganan kasus tidak hanya terbatas pada laporan tahun berjalan, tetapi juga mencakup kasus yang menumpuk dari tahun sebelumnya. Sinjai juga tampil impresif dengan persentase 99,31 persen, sementara Bantaeng stabil di kisaran 98 persen selama dua tahun terakhir.

Baca Juga: Ketersediaan Obat di Sulsel Semakin Baik, Jumlah Apotek Meningkat Pesat

Di sisi lain, sejumlah daerah masih menghadapi kendala. Kota Makassar, meski mencatat penurunan jumlah kasus dari 10.951 pada 2022 menjadi 7.671 pada 2024, hanya mampu mencapai tingkat penyelesaian 77,67 persen pada tahun terakhir. Kota Palopo yang sempat mencatat risiko kriminalitas tinggi juga masih berada di angka 82,94 persen.

Tak kalah menarik, Kabupaten Luwu menunjukkan peningkatan signifikan dari 50,79 persen pada 2022 menjadi 89,46 persen pada 2024. Begitu pula Takalar yang berhasil naik ke 92,06 persen di tahun terakhir setelah sebelumnya berada di bawah 65 persen pada 2022.

Namun, tidak semua daerah mencatat tren positif. Luwu Utara, misalnya, sempat mencapai 75,63 persen pada 2023, tetapi turun menjadi 73,93 persen pada 2024. Tren serupa terlihat di Bulukumba yang merosot dari 91,20 persen di 2023 menjadi 79,75 persen di 2024.

Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan bahwa meskipun jumlah kasus kriminal di Sulawesi Selatan menurun dan risiko per 100 ribu penduduk juga semakin kecil, kerja keras aparat dalam menyelesaikan kasus tidak boleh kendor. Perbaikan nyata terlihat dari capaian penyelesaian kasus, yang menjadi modal penting dalam memperkuat rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulsel #mpedia #BPS #Manado Post