MANADOPOST.ID - Ketersediaan air minum layak menjadi salah satu tolok ukur penting dalam pembangunan kualitas hidup masyarakat. Di Provinsi Sulawesi Selatan, perkembangan akses rumah tangga terhadap air minum layak menunjukkan tren positif sepanjang 2020 hingga 2024. Data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mencatat bahwa persentase rumah tangga yang menikmati layanan air minum layak meningkat dari 42,81 persen pada 2020 menjadi 92,23 persen di tahun 2024. Angka ini memperlihatkan lompatan besar yang mencerminkan upaya pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakat.
Namun di balik capaian tersebut, masih terdapat disparitas antarwilayah yang menarik untuk dicermati. Beberapa kabupaten dan kota mampu menembus hampir 100 persen, sementara yang lain justru mengalami penurunan atau tertahan pada level tertentu.
Lompatan Signifikan di Sejumlah Wilayah
Kota Makassar menjadi contoh nyata keberhasilan dengan capaian luar biasa. Pada 2020, hanya 33,62 persen rumah tangga yang memiliki akses air minum layak, namun setahun kemudian angka itu melonjak drastis hingga 99,58 persen. Tren positif terus berlanjut hingga 2024 dengan capaian 98,57 persen. Kondisi serupa terlihat di Kota Parepare yang mencatat kenaikan dari 19,42 persen pada 2020 menjadi 99,53 persen pada 2024, menjadikannya salah satu daerah dengan akselerasi tercepat.
Tak kalah impresif, Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat lonjakan dari 24,87 persen di 2020 menjadi 96,78 persen pada 2024. Kepulauan Selayar pun memperlihatkan tren konsisten dengan pertumbuhan dari 36,50 persen pada 2020 menjadi 95,23 persen pada 2024.
Daerah dengan Fluktuasi dan Tantangan
Meski rata-rata provinsi mengalami peningkatan, tidak semua daerah berada di jalur yang sama. Kabupaten Tana Toraja menjadi salah satu daerah dengan capaian yang justru menurun dalam lima tahun terakhir. Dari 38,97 persen di 2020, angka akses air minum layak hanya mencapai 70,34 persen di 2024. Padahal sempat menyentuh 77,22 persen pada 2022.
Hal yang sama juga dialami Kabupaten Enrekang yang sempat mencapai 86,60 persen di 2022, namun kemudian menurun menjadi 83,34 persen pada 2024. Kabupaten Luwu pun menunjukkan capaian yang stagnan, bahkan sedikit melemah, dari 84,81 persen pada 2022 menjadi 82,05 persen di 2024.
Baca Juga: Fenomena Penurunan Pernikahan di Sulsel, Apa Penyebabnya?
Provinsi Bergerak Menuju Target Universal
Jika dilihat secara keseluruhan, Sulawesi Selatan berhasil mendekati target universal akses air minum layak. Kenaikan yang konsisten setiap tahun memperlihatkan adanya peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur penyediaan air bersih. Pada 2020, angka provinsi masih berada di 42,81 persen. Setahun berselang langsung melesat ke 91,18 persen dan terus terjaga hingga 92,23 persen pada 2024.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan partisipasi masyarakat. Meski demikian, daerah dengan capaian rendah seperti Tana Toraja dan Luwu membutuhkan perhatian lebih agar kesenjangan akses tidak semakin melebar.
Penyediaan air minum layak bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga berdampak besar pada kesehatan, pendidikan, serta produktivitas ekonomi masyarakat. Dengan capaian hampir merata di seluruh wilayah, Sulawesi Selatan kini selangkah lebih dekat menuju kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya.(pr)
Editor : Pratama Karamoy