Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Data BPS Ungkap Ketimpangan Kemiskinan antar Daerah di Sulsel

Pratama Karamoy • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan mengalami perbaikan pada tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di provinsi Sulsel pada 2023 tercatat sebanyak 788,85 ribu orang dengan persentase 8,70 persen. Setahun kemudian, pada 2024, jumlah tersebut menurun menjadi 736,48 ribu orang dengan persentase 8,06 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat meskipun masih terdapat wilayah dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.

Photo
Photo

Dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, Kabupaten Bone menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin terbesar pada 2024 yaitu 73,03 ribu orang dengan persentase 9,58 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Kota Makassar dengan jumlah penduduk miskin 79,53 ribu orang, namun persentasenya lebih rendah yaitu 4,97 persen. Hal ini mencerminkan bahwa jumlah penduduk miskin yang tinggi di kota besar tidak selalu diikuti dengan persentase yang tinggi karena total populasi yang lebih besar.

Beberapa daerah berhasil menekan angka kemiskinan secara signifikan. Kabupaten Jeneponto yang pada 2023 mencatat 48,32 ribu penduduk miskin turun menjadi 43,90 ribu orang pada 2024 dengan persentase berkurang dari 13,06 persen menjadi 11,82 persen. Kabupaten Bulukumba juga mengalami penurunan dari 30,65 ribu orang menjadi 28,60 ribu orang dengan persentase turun dari 7,22 persen menjadi 6,71 persen.

Namun tidak semua wilayah mengalami penurunan persentase kemiskinan. Kabupaten Maros misalnya, jumlah penduduk miskin pada 2024 sedikit turun dari 34,96 ribu menjadi 34 ribu orang, tetapi persentasenya justru meningkat dari 9,65 persen menjadi 9,32 persen. Hal ini menandakan bahwa perubahan jumlah penduduk miskin tidak selalu sejalan dengan persentase, karena pertumbuhan jumlah penduduk secara keseluruhan dapat memengaruhi rasio tersebut.

Baca Juga: Laporan BPS Ungkap Kompleksitas Faktor Perceraian di Sulawesi Selatan

Daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi pada 2024 adalah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sebesar 12,41 persen disusul oleh Kabupaten Luwu dengan 11,70 persen. Sementara itu, daerah dengan persentase terendah adalah Kota Makassar sebesar 4,97 persen diikuti oleh Kabupaten Sidenreng Rappang dengan 5,02 persen.

Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Sulawesi Selatan menunjukkan hasil positif, namun masih terdapat ketimpangan antarwilayah. Kabupaten dan kota dengan tingkat kemiskinan yang tinggi memerlukan perhatian lebih, baik dari sisi penguatan ekonomi lokal maupun penyediaan lapangan kerja yang memadai.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulsel #mpedia #BPS #Manado Post