Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Januari hingga Desember, Inilah Tren Lama Menginap Tamu Hotel di Sulsel

Pratama Karamoy • Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Perkembangan pariwisata di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2024 tidak hanya tercermin dari tingkat hunian hotel, tetapi juga dari lama menginap wisatawan. Data Badan Pusat Statistik melalui Survei Hotel Bulanan mencatat bahwa rata rata lama menginap tamu asing di provinsi ini mencapai 2,32 hari, sementara tamu domestik berada pada angka 1,57 hari.

Photo
Photo

Perbedaan ini menunjukkan bahwa wisatawan asing cenderung lebih lama menikmati destinasi wisata di Sulawesi Selatan dibandingkan wisatawan domestik. Hal ini sejalan dengan karakteristik perjalanan wisatawan mancanegara yang biasanya datang untuk berlibur, menjelajahi lebih banyak lokasi, dan membutuhkan waktu lebih panjang dalam menikmati atraksi budaya maupun alam.

Jika dilihat per bulan, puncak lama menginap tamu asing terjadi pada April dengan 2,68 hari, diikuti Juni dan November masing masing 2,48 hari. Angka tinggi ini kemungkinan berkaitan dengan libur musim semi dan musim panas di negara asal wisatawan yang mendorong mereka datang lebih lama. Sementara itu, lama menginap terendah terjadi pada Februari dengan hanya 1,95 hari.

Baca Juga: Dari Januari hingga Desember Begini Data Distribusi Beras Bulog Sulsel

Untuk tamu domestik, pola lama menginap relatif stabil di kisaran 1,4 hingga 1,7 hari. Posisi tertinggi tercatat pada Juni dengan 1,76 hari, sedangkan yang terendah terjadi pada Desember dengan 1,41 hari. Hal ini memperlihatkan bahwa wisatawan domestik cenderung melakukan perjalanan singkat, misalnya untuk urusan pekerjaan, kunjungan keluarga, atau liburan akhir pekan.

Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran bahwa tamu asing memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah karena masa tinggal mereka lebih panjang. Sementara tamu domestik meskipun lebih singkat, tetap menjadi pendorong penting yang menjaga arus kunjungan hotel sepanjang tahun. Kombinasi keduanya memperlihatkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan oleh industri pariwisata Sulawesi Selatan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Hotel #Sulsel #Pariwisata #mpedia #BPS #Manado Post