MANADOPOST.ID - Impor barang ke Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2024 menunjukkan dinamika menarik. Volume impor secara keseluruhan justru meningkat dibanding tahun sebelumnya, meski nilai transaksi tidak melonjak signifikan. Data Badan Pusat Statistik dalam publikasi Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka 2025 mencatat total impor provinsi ini mencapai 2,32 miliar kilogram pada 2024, naik dari 2,16 miliar kilogram di 2023. Namun dari sisi nilai, kenaikan hanya tipis yakni dari 1,08 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 1,10 miliar dolar AS di 2024.
Perubahan paling mencolok terlihat pada negara mitra utama. Tiongkok yang selama ini menjadi pemasok terbesar masih mendominasi dengan nilai impor mencapai 266,8 juta dolar AS, naik dibanding tahun sebelumnya meski volumenya justru menurun dari 539,9 juta kilogram menjadi 428,5 juta kilogram. Australia yang menempati posisi kedua mencatat penurunan nilai impor dari 189,7 juta dolar AS menjadi 154,5 juta dolar AS walaupun volume barangnya meningkat menjadi 430,5 juta kilogram.
Negara lain yang menunjukkan tren menarik adalah Kanada. Negeri tersebut mengalami lonjakan besar baik dari sisi volume maupun nilai. Jika pada 2023 impor dari Kanada hanya 52 juta kilogram dengan nilai 22,6 juta dolar AS, maka pada 2024 melonjak menjadi 148 juta kilogram dengan nilai 49,1 juta dolar AS.
Brazil juga menorehkan peningkatan signifikan. Volume barang yang masuk dari negara ini naik dari 251,8 juta kilogram pada 2023 menjadi 385,5 juta kilogram di 2024. Dampaknya, nilai impor dari Brazil pun terdorong hingga mencapai 195,9 juta dolar AS.
Baca Juga: Nilai Ekspor Sulsel ke Negara Ini Capai 1 Miliar Dolar Meski Volume Turun
Di sisi lain, Singapura yang semula cukup besar kontribusinya mengalami penurunan tajam. Dari 194,9 juta kilogram pada 2023, volumenya hanya tersisa 97,4 juta kilogram di 2024, dengan nilai impor juga turun drastis dari 145 juta dolar AS menjadi hanya 68,3 juta dolar AS. Hal serupa juga terjadi pada Thailand yang volumenya merosot menjadi 183,5 juta kilogram di 2024 dari sebelumnya 294,3 juta kilogram, dengan nilai impor yang turun dari 133,6 juta dolar AS menjadi 95,2 juta dolar AS.
Beberapa negara lain menunjukkan pergeseran yang cukup kontras. Rusia mencatat lonjakan dari 13,1 juta kilogram menjadi 98,2 juta kilogram dengan nilai meningkat dari 2,6 juta dolar AS menjadi 21 juta dolar AS. Ukraina yang sebelumnya tidak tercatat, kini mulai masuk dengan volume impor mencapai 114,9 juta kilogram dengan nilai lebih dari 31,5 juta dolar AS.
Meski mengalami fluktuasi pada masing-masing negara asal, data ini menunjukkan arah baru hubungan perdagangan Sulawesi Selatan dengan mitra internasional. Perubahan pola impor ini dapat menjadi indikator bergesernya kebutuhan industri di daerah serta strategi diversifikasi pasokan dari berbagai negara.(pr)
Editor : Pratama Karamoy