Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ribuan Anak di Bitung Sudah Imunisasi Campak dan Polio, Apa Tantangannya?

Pratama Karamoy • Jumat, 26 September 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kesehatan anak-anak di Kota Bitung terus menjadi perhatian utama. Data terbaru Dinas Kesehatan Kota Bitung menunjukkan capaian imunisasi campak dan polio dari berbagai puskesmas sepanjang lima tahun terakhir. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan kerja keras tenaga kesehatan, serta partisipasi masyarakat dalam melindungi generasi penerus dari penyakit menular berbahaya.

Photo
Photo

Imunisasi campak menjadi salah satu indikator penting. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 3.483 anak menerima vaksin campak. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun 2023 yang berjumlah 3.264, meski belum kembali menyamai pencapaian tahun 2022 yang mencapai 3.589. Catatan ini menunjukkan adanya fluktuasi, tetapi secara umum masih berada pada level yang relatif stabil dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Sementara itu, imunisasi polio yang terbagi dalam empat tahap memberikan gambaran yang lebih rinci. Tahun 2024 mencatat 3.568 anak telah menerima imunisasi polio tahap pertama, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 3.585. Polio tahap kedua pada 2024 mencatat 3.622 anak, turun dibandingkan 2023 dengan 3.706. Tren serupa juga terlihat pada tahap ketiga dan keempat, masing-masing 3.422 dan 3.321 pada 2024, yang keduanya sedikit menurun dari tahun 2023.

Jika menelusuri lebih dalam pada level puskesmas, terlihat perbedaan signifikan. Puskesmas Paceda mencatat angka tertinggi untuk imunisasi campak dengan 979 anak, disusul Bitung Barat dengan 719 anak. Sebaliknya, Puskesmas Pintu Kota hanya mencatat 78 anak yang menerima imunisasi campak, angka terendah dibanding puskesmas lainnya. Untuk imunisasi polio, Puskesmas Paceda juga mencatat angka dominan dengan lebih dari 900 anak di tiap tahap, sementara Puskesmas Pintu Kota dan Papusungan menempati posisi terbawah dengan kurang dari 120 anak di setiap tahap.

Baca Juga: Data Kesehatan di Bitung Ungkap Perubahan Besar Tren Persalinan, Ini Angkanya

Perbedaan capaian ini dapat dipengaruhi oleh jumlah penduduk di wilayah kerja masing-masing puskesmas, tingkat kesadaran masyarakat, serta faktor geografis dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Meskipun begitu, tren umum menunjukkan adanya komitmen kuat pemerintah kota dan tenaga kesehatan untuk terus memperluas cakupan imunisasi.

Imunisasi sendiri adalah salah satu strategi paling efektif untuk mencegah penyakit berbahaya. Vaksin campak melindungi anak dari serangan penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru dan radang otak. Sementara itu, imunisasi polio bertujuan melindungi anak dari lumpuh layuh permanen yang diakibatkan virus polio. Keduanya menjadi benteng utama agar anak-anak Bitung tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari ancaman penyakit berbahaya.

Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan tidak ada anak yang terlewat dari program imunisasi. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, target cakupan yang lebih tinggi masih sangat mungkin tercapai. Data terbaru ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak-anak adalah investasi terbesar untuk masa depan Bitung.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #BPS #posyandu #bitung