Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bitung Berhasil Pertahankan Imunisasi Tinggi, Sudah Merata?

Pratama Karamoy • Jumat, 26 September 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kesehatan anak merupakan pondasi penting bagi masa depan suatu daerah. Di Kota Bitung, imunisasi rutin terus dilakukan untuk melindungi generasi muda dari berbagai penyakit berbahaya. Data resmi periode 2020 hingga 2024 menunjukkan bahwa meskipun capaian imunisasi tergolong tinggi, tren fluktuasi tetap terlihat di beberapa jenis vaksin, yang menjadi catatan penting bagi pemerintah dan masyarakat.

Photo
Photo
Photo
Photo

Imunisasi BCG

Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) yang menyerang paru-paru dan dapat berakibat fatal bila tidak ditangani. Data menunjukkan capaian imunisasi BCG di Bitung relatif stabil dengan angka di atas 3.400 anak setiap tahunnya. Tahun 2021 menjadi capaian tertinggi dengan 3.718 anak, sementara pada 2024 jumlahnya sedikit turun menjadi 3.542 anak.

Imunisasi DPT

Imunisasi DPT melindungi anak dari difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Vaksin ini diberikan dalam tiga tahap. Pada 2021 tercatat capaian tertinggi di semua tahap, dengan DPT I mencapai 3.838 anak, DPT II sebanyak 3.653 anak, dan DPT III sebanyak 3.520 anak. Namun pada 2024 terjadi penurunan signifikan, terutama pada DPT III yang hanya 2.482 anak. Penurunan ini menunjukkan perlunya upaya lebih kuat dalam memastikan anak menyelesaikan rangkaian imunisasi secara lengkap.

Imunisasi Campak

Campak dikenal sebagai penyakit dengan tingkat penularan sangat cepat. Imunisasi campak di Bitung menunjukkan fluktuasi dari 3.224 anak pada 2020, meningkat menjadi 3.589 anak di 2022, kemudian menurun menjadi 3.264 anak pada 2023, sebelum kembali naik ke angka 3.483 anak di 2024. Tren ini memperlihatkan adanya tantangan dalam menjaga kesinambungan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi campak.

Imunisasi Polio

Polio merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Di Bitung, imunisasi polio diberikan dalam empat tahap. Data memperlihatkan capaian tertinggi terjadi pada 2021 dengan lebih dari 3.700 anak di setiap tahap. Namun pada 2024 terjadi penurunan, di mana imunisasi polio tahap I tercatat 3.568 anak, tahap II sebanyak 3.622 anak, tahap III sebanyak 3.422 anak, dan tahap IV hanya 3.321 anak. Meski cakupan masih cukup tinggi, tren penurunan ini menjadi sinyal kewaspadaan agar kasus polio tidak kembali muncul.

Baca Juga: Data Terbaru Kesehatan Ibu Hamil di Bitung, Bongkar Tantangan yang Masih Ada?

Peran Puskesmas

Puskesmas di berbagai wilayah Bitung menjadi garda terdepan dalam pelayanan imunisasi. Puskesmas Paceda menonjol sebagai kontributor utama dengan angka tinggi pada hampir semua jenis imunisasi. Puskesmas Bitung Barat juga memberikan kontribusi signifikan dengan ratusan hingga ribuan anak yang menerima vaksin. Sementara itu, puskesmas lain seperti Tinumbala, Aertembaga, dan Pintu Kota meski dengan angka lebih kecil tetap berperan penting melayani masyarakat di wilayah masing-masing.

Secara umum, capaian imunisasi anak di Bitung menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam melindungi kesehatan generasi muda. Namun penurunan angka di beberapa tahun terakhir menjadi pengingat bahwa tantangan akses, ketersediaan vaksin, dan kesadaran orang tua masih perlu terus diperkuat. Imunisasi bukan hanya angka statistik, tetapi benteng nyata untuk mencegah penyakit yang bisa merenggut masa depan anak-anak.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#imunisasi #mpedia #BPS #bitung