Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bukan Hanya Soal Armada, Inilah Tantangan Nyata Pengelolaan Sampah di Bitung

Pratama Karamoy • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kota Bitung terus menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung memperlihatkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Desember 2024, produksi sampah mencapai 54.861 ton dengan sampah yang berhasil terangkut sebanyak 41.245 ton. Artinya, masih ada selisih cukup signifikan antara sampah yang diproduksi dengan yang berhasil diangkut.

Photo
Photo

Menariknya, jumlah armada pengangkut yang digunakan terbilang konsisten, yaitu 65 unit setiap bulan. Namun kapasitas armada tersebut tampaknya belum mampu mengimbangi volume sampah yang terus meningkat. Sebagai contoh, di bulan Desember 2024 produksi sampah melonjak drastis mencapai lebih dari 9.300 ton, tetapi yang berhasil terangkut hanya sekitar 7.000 ton. Sementara itu, bulan dengan produksi sampah terendah tercatat pada Agustus dengan 2.743 ton, di mana sampah yang terangkut hanya sekitar 2.062 ton.

Jika melihat tren tahun-tahun sebelumnya, angka produksi sampah juga cukup besar. Pada 2021, total produksi sampah mencapai 176 ribu meter kubik, dengan sekitar 135 ribu meter kubik berhasil diangkut. Tahun 2022 menunjukkan sedikit penurunan dengan total produksi 166 ribu meter kubik, sementara tahun 2023 kembali meningkat dengan 173 ribu meter kubik dan sampah terangkut mencapai 146 ribu meter kubik.

Dari data ini terlihat bahwa meskipun ada upaya maksimal untuk mengangkut sampah, jumlah yang tidak terangkut masih menyisakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Selisih tersebut berpotensi menimbulkan masalah lingkungan serius jika tidak ditangani dengan strategi yang tepat. Selain keterbatasan armada, persoalan juga bisa terletak pada pola distribusi pengangkutan, perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, serta infrastruktur pendukung seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan fasilitas daur ulang.

Baca Juga: Potret Kerukunan Warga Bitung dalam Angka Keberagaman Agama

Konsistensi jumlah armada sebanyak 65 unit memang memberikan stabilitas operasional, namun lonjakan produksi sampah di bulan-bulan tertentu menunjukkan bahwa diperlukan inovasi pengelolaan. Edukasi masyarakat untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta investasi pada teknologi pengolahan modern dapat menjadi solusi. Kota Bitung saat ini berada di persimpangan penting, antara membiarkan beban sampah terus meningkat atau menjadikannya peluang untuk menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#sampah #Kebersihan #mpedia #BPS #bitung