MANADOPOST.ID - Kota Bitung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kota dengan potensi kuliner yang terus tumbuh di Sulawesi Utara. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kota Bitung tahun 2024, tercatat sebanyak 211 rumah makan dan restoran tersebar di seluruh kecamatan. Angka ini menunjukkan stabilitas jumlah tempat makan yang tetap terjaga sejak tahun sebelumnya, menandakan sektor kuliner di kota pelabuhan ini sudah berada pada tahap konsolidasi setelah masa pertumbuhan pesat pada awal dekade 2020-an.
Dari tujuh kecamatan di Bitung, Kecamatan Maesa menempati posisi teratas dengan 104 rumah makan dan restoran, menjadikannya pusat kuliner utama di kota ini. Wilayah Maesa dikenal sebagai jantung aktivitas ekonomi Bitung dengan berbagai pusat perdagangan, hotel, dan kawasan wisata yang membuatnya menjadi lokasi strategis bagi pelaku usaha kuliner. Banyak restoran di daerah ini menawarkan berbagai cita rasa, mulai dari masakan khas pesisir hingga menu modern yang menarik minat wisatawan dan warga lokal.
Menyusul di posisi kedua, Kecamatan Girian mencatat 50 rumah makan, menunjukkan perannya sebagai kawasan pendukung pertumbuhan sektor jasa dan kuliner. Girian juga dikenal sebagai daerah transit antara pusat kota dan wilayah industri, sehingga menjadi tempat ideal bagi berbagai jenis usaha kuliner dari warung sederhana hingga restoran keluarga.
Sementara itu, Kecamatan Madidir mencatat 20 rumah makan, dengan kecenderungan stabil selama dua tahun terakhir. Di sisi lain, Kecamatan Matuari mempertahankan jumlah 13 rumah makan, dan Aerembaga memiliki 9 unit tempat makan yang tersebar di beberapa titik strategis.
Untuk wilayah kepulauan, Lembeh Selatan dan Lembeh Utara masing-masing mencatat 4 dan 9 rumah makan. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak di daratan utama, keberadaan tempat makan di dua kecamatan ini sangat penting bagi wisatawan yang berkunjung untuk menikmati pesona bawah laut Bitung yang mendunia. Di kawasan ini, rumah makan umumnya mengusung konsep lokal dengan menu seafood segar yang menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Inilah Daftar Sumber Air yang Menopang Kehidupan Warga Bitung Setiap Hari
Di bagian timur, Kecamatan Ranowulu mencatat jumlah rumah makan paling sedikit yaitu 2 unit, karena kawasan ini masih didominasi oleh area permukiman dan aktivitas industri. Namun, potensi pengembangan kuliner tetap terbuka seiring dengan meningkatnya pergerakan pekerja dan wisatawan domestik yang melintas di area tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah rumah makan di Kota Bitung pada 2024 menunjukkan tren yang stabil setelah sempat mengalami fluktuasi. Dari 185 unit pada 2020, angka itu melonjak ke 222 pada 2021 sebelum menurun ke 208 pada 2022 dan kemudian bertahan di 211 sejak 2023. Stabilitas ini menunjukkan bahwa sektor kuliner Bitung sudah menemukan ritme pasarnya, dengan pelaku usaha yang lebih selektif dan adaptif terhadap kebutuhan konsumen.
Dinas Pariwisata Kota Bitung menyebutkan bahwa tren konsumsi masyarakat lokal dan wisatawan kini semakin bergeser ke arah pengalaman kuliner yang autentik. Restoran dan warung makan yang mengusung identitas lokal dengan pelayanan ramah dan cita rasa khas daerah diprediksi akan menjadi primadona dalam beberapa tahun mendatang.
Keberlanjutan sektor kuliner juga didukung oleh geliat pariwisata dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, terutama dengan banyaknya kegiatan dan event di wilayah pesisir yang mendorong meningkatnya permintaan akan layanan makanan dan minuman.(pr)
Editor : Pratama Karamoy