MANADOPOST.ID - Kota Bitung terus memperlihatkan geliat positif di sektor pariwisata, salah satunya terlihat dari pemerataan fasilitas akomodasi yang tersebar di berbagai kecamatan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Bitung tahun 2024, jumlah hotel berbintang dan nonbintang di Bitung mencapai 28 unit yang tersebar di tujuh kecamatan.
Kecamatan Aertembaga dan Maesa menjadi wilayah dengan jumlah hotel terbanyak. Di dua kecamatan ini berdiri hotel berbintang sekaligus hotel melati yang melayani beragam segmen wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kedua kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata yang cukup vital di Bitung.
Untuk kategori hotel berbintang, Bitung memiliki total lima hotel yang terdiri dari dua hotel bintang satu, dua hotel bintang dua, dan satu hotel bintang tiga. Dari jumlah tersebut, dua hotel berada di Kecamatan Aertembaga dan tiga lainnya berada di Kecamatan Maesa. Fakta ini memperkuat posisi kedua wilayah tersebut sebagai titik strategis bagi pertumbuhan industri perhotelan.
Sementara itu, hotel melati yang termasuk dalam kategori nonbintang mencapai 23 unit dan tersebar di tujuh kecamatan. Kecamatan Aertembaga kembali menempati posisi teratas dengan 11 hotel melati yang terdiri atas tiga hotel melati satu, tujuh hotel melati dua, dan satu hotel melati tiga. Disusul oleh Kecamatan Maesa dengan enam hotel melati yang terbagi merata di setiap kelas.
Baca Juga: Data Terbaru Ungkap Sebaran Restoran di Kota Bitung, Yuk Intip Angkanya
Kecamatan Madidir, Matuari, dan Girian masing-masing memiliki dua hotel melati yang ikut melengkapi sarana akomodasi bagi pelancong. Adapun kecamatan Lembeh Selatan, Lembeh Utara, dan Ranowulu belum memiliki hotel berbintang maupun nonbintang yang tercatat secara resmi pada tahun 2024.
Secara keseluruhan, jumlah hotel di Kota Bitung pada 2024 tercatat sebanyak lima hotel berbintang dan dua puluh tiga hotel melati, dengan total mencapai 28 unit akomodasi. Jumlah tersebut menggambarkan adanya keseimbangan antara penginapan kelas ekonomi dan hotel berstandar lebih tinggi, yang menjangkau berbagai kalangan wisatawan.
Penyebaran hotel yang cukup merata di beberapa kecamatan juga menunjukkan kesiapan Bitung sebagai kota destinasi yang tidak hanya mengandalkan pesona alam dan industri maritim, tetapi juga dukungan fasilitas wisata yang memadai. Dengan posisi strategis sebagai pintu masuk ke kawasan timur Indonesia, potensi pengembangan sektor akomodasi di Bitung masih terbuka lebar.(pr)
Editor : Pratama Karamoy