Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Fluktuasi Harga Pangan Bitung: Dari Lautan Tuna Hingga Telur Ayam Kampung

Pratama Karamoy • Rabu, 12 November 2025 | 08:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Sepanjang tahun lalu, dinamika harga bahan pangan di Pasar Kota Bitung memperlihatkan pola yang menarik, khususnya pada kelompok protein hewani seperti daging, telur, dan ikan segar. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Bitung, sebagian besar komoditas daging dan ikan cenderung stabil, sementara beberapa jenis unggas dan ikan menunjukkan kenaikan signifikan di akhir tahun.

Photo
Photo

Untuk komoditas daging sapi, kestabilan harga menjadi catatan positif. Sepanjang empat triwulan, harga daging sapi bertahan di Rp140.000 per kilogram. Kestabilan ini menunjukkan pasokan yang cukup dan permintaan yang relatif seimbang. Sebaliknya, daging babi mengalami penurunan harga yang cukup tajam pada paruh kedua tahun, dari Rp150.000 menjadi Rp130.000 per kilogram. Penurunan ini diperkirakan akibat meningkatnya pasokan menjelang akhir tahun dan pergeseran pola konsumsi masyarakat.

Pada kategori daging ayam, terlihat perbedaan mencolok antara ayam ras dan ayam kampung. Harga ayam ras relatif stabil di Rp55.000 per kilogram selama tiga triwulan, hanya sempat turun ke Rp50.000 pada triwulan ketiga sebelum kembali naik. Sementara itu, ayam kampung justru mengalami tren kenaikan di akhir tahun, dari Rp85.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Lonjakan ini sering kali berkaitan dengan meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Untuk harga telur, kondisi pasar menunjukkan tren yang sedikit meningkat. Telur ayam ras bergerak dari Rp2.000 menjadi Rp2.200 per butir pada akhir tahun, sedangkan telur ayam kampung mengalami kenaikan lebih besar, dari Rp5.000 menjadi Rp7.500 per butir. Kenaikan ini menggambarkan dampak biaya pakan dan distribusi yang turut berpengaruh terhadap harga eceran.

 

Baca Juga: Bank di Bitung Ini Buktikan Efisiensi Tak Harus Mengorbankan Pertumbuhan

 

Sektor ikan segar yang menjadi andalan Kota Bitung juga mencatat pergerakan harga yang menarik. Ikan bandeng berhasil menjaga kestabilan di Rp50.000 per kilogram sepanjang tahun. Namun, ikan kembung menunjukkan kenaikan kecil dari Rp25.000 menjadi Rp30.000, sementara tongkol dan tuna sempat turun dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 di paruh kedua tahun. Di sisi lain, ikan mujair justru mengalami lonjakan moderat dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram di triwulan terakhir, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap jenis ikan air tawar ini.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor perikanan dan peternakan di Bitung sepanjang 2024 masih cukup tangguh menghadapi tekanan ekonomi dan fluktuasi pasokan. Meski beberapa komoditas mengalami perubahan harga, kestabilan daging sapi, bandeng, dan sebagian besar ikan laut menjadi indikator bahwa sistem distribusi pangan di wilayah ini berjalan relatif baik.

Secara keseluruhan, pasar Bitung menutup tahun 2024 dengan catatan yang cukup positif. Kenaikan harga terjadi pada komoditas tertentu seperti ayam kampung, telur, dan mujair, namun terkendali dan masih dalam batas wajar. Situasi ini memberi optimisme bagi masyarakat dan pelaku usaha, bahwa kestabilan harga bahan pokok tetap dapat dijaga di tengah tantangan pasokan dan permintaan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#pasar #mpedia #BPS #bitung