BOCOR: Hamas Disebut Punya Partai Politik Satu Aliran di Indonesia, Ini Parpolnya
Filip Kapantow• Sabtu, 22 Mei 2021 | 17:00 WIB
Ilustrasi Hamas
MANADOPOST.ID- Monique Rijkers, Founder Hadasaah of Indonesia, wanita berdarah Yahudi menegaskan banyak yang tidak tahu Hamas adalah partai politik (Parpol) yang memiliki organisasi sayap militer di Palestina yang meneror Israel.
Monique Rijkers (facebook/Monique Rijkers)
Karenanya, sudah jelas yang berkonflik bukanlah Palestina dan Israel. Melainkan parpol oposisi yang memiliki sayap militer melawan Israel. Dituturkan wanita yang juga berdarah Manado ini, Hamas itu dulunya adalah Ikhwanul Muslimin cabang Gaza yang kemudian jadi parpol. 2006, Hamas menang Pemilu Palestina dan berkuasa di Gaza .
Ilustrasi Hamas
"Sejak itu, rajin meneror Israel, meski Israel sudah keluar dari Gaza Tahun 2005. Nah, Ikhwanul Muslimim di Indonesia itu ya PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Sekarang dengan banjir dukungan pada Hamas, maka yang senang dan duduk manis untuk menuai untung di 2024 adalah PKS," ungkap Rickers.
Pdt Gilbert Lumoindong berharap Indonesia dapat berperan lebih aktif untuk mendamaikan Israel dan Palestina.
Senada, Tokoh Masyarakat Pendeta Gilbert Lumoindong kembali menegaskan yang terjadi di Israel bukan penjajahan. Sebab, yang terjadi harus jujur bahwa Hamas bukan Palestina dan Palestina bukan hanya Hamas. Tetapi, Hamas hanyalah partai politik. Jadi, tadinya Hamas Ikhwanul Muslimin dari Mesir Cabang Gaza dan Ketuanya memang Ismail Hanie. Kemudian Ikhwanul Muslimin yang kira-kira kalau di Indonesia adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) begitu. Kemudian Ikhwanul Muslimin Cabang Gaza ini berdiri sendiri, kemudian menamakan dirinya Hamas. Tetapi dipimpin oleh Ismail Hani. "Jadi apakah rela hanya mendukung partai politik ataukah hanya gerakan-gerakan politik yang diberikan narasi-narasi yang tidak tahu banyak," tegas Lumoindong, dalam saluran Youtubenya.
Denny Siregar
Dalam berbagai kesempatan, Penggiat Media Sosial Denny Siregar menilai politik identitas sering dimainkan PKS. "Sebenarnya salah PKS sendiri, sejak lama partai yang dikabarkan sebagai anak kandung organisasi global Ikhwanul muslimin ini punya rekam jejak buruk. Dalam politik Indonesia mencatat PKS yang memulai model politik identitas di negeri ini yang membuat akhirnya politik kita menjadi kotor," beber Siregar dalam saluran Youtube CokroTV dikutip Senin, 26 April. (greg/vip).