TNI Ditingkatkan Siaga Tempur di Papua, Perkuat Pertahanan dari Serangan KKB
Toar Rotulung• Selasa, 18 April 2023 | 15:28 WIB
Tim gabungan TNI-Polri mempersiapkan pasukan untuk mengejar KST Kepala Air di Kabupaten Puncak. (HUMAS POLDA PAPUA)MANADOPOST.ID - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono telah meningkatkan operasi militer dari pendekatan soft approach menjadi operasi siaga tempur di beberapa daerah di Papua yang dianggap rawan aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB). Tujuan dari peningkatan operasi militer tersebut adalah untuk memperkuat naluri tempur para prajurit sehingga mereka selalu siaga saat berhadapan dengan KKB. Meskipun peningkatan operasi militer dilakukan, pendekatan soft approach dan humanis yang diwujudkan dalam operasi teritorial dan komunikasi sosial di Papua tetap berlanjut, terutama saat para prajurit berhadapan dengan masyarakat. Pada tanggal 15 April lalu, KKB menyerang pasukan TNI saat mereka sedang menyisir daerah Mugi, Nduga, Papua untuk mencari pilot Susi Air Phillip Mehrtens yang disandera KKB sejak Februari 2023. Dalam insiden tersebut, satu prajurit meninggal dan tiga prajurit terluka akibat tembak, sementara satu prajurit lainnya terluka akibat terjatuh. Empat prajurit yang terluka telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Yudo menegaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan operasi militer, pendekatan soft approach dan humanis masih tetap diutamakan saat berhadapan dengan masyarakat. Yudo juga tiba di Timika, Papua pada tanggal 17 April untuk mendengar paparan dari pangkogabwilhan III, pangdam XVII/Cendrawasih, komandan Koopsus TNI, pangkoarmada III, danrem 173, dan danrem 174 terkait situasi di Nduga, Papua. Ia didampingi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Iwan Setiawan. (JawaPos) Editor : Toar Rotulung