MANADOPOST.ID- Edi Darmawan Salihin alias Edi Cacing, ayah dari Almarhum Wayan Mirna Salihin (27), korban meninggal karena meminum es kopi Vietnam bersianida di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta Pusat 6 Januari 2016, silam
Edi Darmawan Salihin dalam tayangan podcast bersama Karni Ilyas mengaku bahwa dirinya tidak merupakan supplier senjata lagi.
Sosok yang mengaku punya teman di KPK dan pihak kepolisian ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi bekerja sebagai supplier senjata api.
"Nggak. Saya waktu itu angkatan darat. Babek (Badan Pembekalan Tentara Nasional Indonesia), dulu. Bangkrut nggak mau terusin," ungkap pria yang disebut-sebut memiliki perusahaan ekspedisi dengan ribuan karyawan.
Saat ini menurut Edi, dirinya merasa sudah tua. "Ijin ni sama pemirsa. Om sekarang larinya ke gunung. Ke Bogor daerah Pamijahan. Om nanam cabe. Udah panen dua kali. Lah lumayan lah buat hidup"
"Terus tanah Om yang di Bitung itu (Tangerang) buat ngumpulin singkong dari Lampung semua turun. Semua ke Sumatra ke bos saya. Dekat sama Pelabuhan Merak. Kita jual (singkong) ke orang Korea," beber Edi Salihin.
Sebelumnya, Edi Darmawan Salihin meluruskan terkait kabar yang beredar mengenai informasi di publik akan adanya kejanggalan yang dicerna publik pasca tayangan film dokumenter di netflix yang viral berjudul "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"
Edi Darmawan bahkan mengaku dirinya yang memberikan uang senilai Rp 3 juta kepada Reza Idragiri, seorang ahli forensik. "Saya selipin uang berapa juta perak gitu. Maksudnya biar dia bisa pulang. Kasian ni. Dia kan jadi narasumber suka dikasih tu kecil-kecil. Kalau saya kan bagiin buat duafa kenapa," bebernya. (gre)
Editor : Gregorius Mokalu