Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dulu Banyak Anak Banyak Rejeki, Sekarang Usahain Anak Perempuan, Ini Penjelasan BKKBN!

Toar Rotulung • Rabu, 3 Juli 2024 | 17:11 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo.

MANADOPOST.ID - Pernyataan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo, menjadi sorotan publik. Ia mengimbau agar setiap keluarga setidaknya memiliki satu anak perempuan. Imbauan ini merupakan bagian dari upaya menjaga pertumbuhan populasi di tengah angka kelahiran yang terus menurun signifikan di Indonesia.

Hasto menjelaskan bahwa pernyataan tersebut muncul karena tren kelahiran yang terus menurun. "Karena kalau anaknya dua lebih dikit, maka hampir dipastikan satu perempuan akan melahirkan anak satu perempuan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/6). Ia membandingkan kondisi saat ini dengan tahun 1970-an, di mana rata-rata wanita melahirkan 6-9 anak dalam setiap keluarga, sementara saat ini hanya 1-2 anak.

Menurut Hasto, penurunan angka kelahiran atau total fertility rate (TFR) di Indonesia sangat progresif selama beberapa dekade terakhir.

Penurunan angka kelahiran mencapai angka ideal 2,18 dalam satu dekade terakhir. Kendati demikian, Hasto menargetkan agar setiap pasangan suami istri melahirkan paling tidak satu anak perempuan. "Kami punya target 1 perempuan rata-rata melahirkan 1 anak perempuan. Oleh karena itu, BKKBN menargetkan anaknya kalau bisa 2,1 jangan hanya 2," tegasnya di Hotel Santika, Semarang, Kamis (27/6/2024) malam.

Namun, saat ini angka kelahiran di Pulau Jawa sudah menurun hingga 2,0 sekian. Sementara itu, beberapa provinsi seperti NTT, Papua, Papua Barat, dan Maluku masih memiliki angka kelahiran yang sangat tinggi. (pw)

Editor : Toar Rotulung
#keluarga berencana #BKKBN #Hasto Wardoyo