Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kaget Mahasiswa Hidup dengan Rp 400 Ribu, Brian Yuliarto Minta Kampus Lebih Peduli

Jasinta Bolang • Minggu, 23 November 2025 | 23:51 WIB

Brian Yuliarto, Mendiktisaintek Baru
Brian Yuliarto, Mendiktisaintek Baru

MANADOPOST.ID - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam rangka pembukaan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPTI) 2025. Namun, sebelum memasuki agenda utama, sang menteri memilih untuk sarapan terlebih dahulu di kantin mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Brian sempat berbincang santai dengan beberapa mahasiswa. Ia kemudian menanyakan besaran uang bulanan yang mereka keluarkan untuk hidup di Surabaya. Jawaban para mahasiswa membuatnya terkejut: ada yang hanya mendapat sekitar Rp 400 ribu per bulan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pengalaman singkat itu menjadi pengingat penting bagi Brian bahwa banyak mahasiswa di Indonesia yang memiliki tekad kuat untuk kuliah, namun harus berjuang keras secara ekonomi. Ia menegaskan agar seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi tidak melupakan kelompok mahasiswa seperti ini.

Kampus harus menjadi ruang yang membuka kesempatan yang setara bagi semua. Jangan sampai mahasiswa dari latar belakang kurang mampu tertinggal, padahal mereka punya potensi unggul,” kata Brian.

Ia menekankan pentingnya kebijakan kampus yang berpihak pada aksesibilitas, mulai dari bantuan biaya hidup, beasiswa yang tepat sasaran, hingga penyediaan fasilitas yang mendukung kesejahteraan mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi memegang peran penting dalam memastikan talenta-talenta terbaik Indonesia tidak terhalang oleh keterbatasan ekonomi.

Dengan pesan tersebut, Brian berharap KPTI 2025 menjadi momentum bagi seluruh kampus di Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (*)

Editor : Jasinta Bolang
#unesa #pendidikan tinggi #Mahasiswa #kesetaraan #Brian Yulianto