MANADOPOST.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak hanya fokus pada penanganan kesehatan fisik, tetapi juga memberikan layanan psikososial bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan layanan pemulihan psikososial dilakukan secara rutin di setiap kabupaten dan kota terdampak.
“Berkaitan dengan pemulihan atau layanan psikososial, di setiap kabupaten/kota secara berkala, satu hingga dua kali seminggu, terus kita lakukan,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/12).
Pria yang akrab disapa Aam ini menjelaskan, layanan psikososial tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga para ibu dari warga terdampak. Untuk mendukung kegiatan tersebut, BNPB melibatkan berbagai tenaga profesional.
“Kita mendatangkan tenaga ahli, dokter, psikiater, serta para relawan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan psikososial,” ujarnya.
Menurut Aam, layanan psikososial akan terus diprogramkan secara berkelanjutan guna membantu masyarakat pulih dari trauma akibat bencana yang dialami.
“Ini tetap kita programkan. Harapannya, secara bertahap dapat memulihkan trauma yang dialami saudara-saudara kita pascabencana,” jelasnya.
Selain pemulihan psikologis, BNPB juga mempercepat perbaikan fasilitas umum yang terdampak, termasuk sekolah dan madrasah yang rusak atau tertutup lumpur akibat banjir pada akhir November lalu. Ia berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan pada awal semester genap.
“Beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya terdampak lumpur kini sudah dapat difungsikan kembali,” ujarnya.
Namun, bagi sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, BNPB telah menyiapkan tenda darurat sebagai solusi sementara.
“Sehingga, untuk sekolah-sekolah yang masih memerlukan perbaikan, proses belajar mengajar dapat dilakukan di tenda sementara,” tutup Aam. (*)
Editor : Jasinta Bolang