MANADOPOST.ID - Memasuki awal Januari 2026, kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia masih menunjukkan potensi hujan signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa dalam sepekan terakhir telah terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah daerah, seperti DI Yogyakarta dan Sumatera Barat.
Kondisi ini menandakan bahwa dinamika atmosfer masih aktif dan berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kondisi Cuaca Sepekan Terakhir
Dalam sepekan ke belakang, hujan ekstrem tercatat di DI Yogyakarta (165 mm/hari) dan Sumatera Barat (159,2 mm/hari).
Sementara itu, hujan dengan intensitas sangat lebat juga terjadi di Kalimantan Barat dan Maluku.
Intensitas hujan yang tinggi ini dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor atmosfer yang saling memperkuat.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
BMKG memprakirakan bahwa kondisi atmosfer dalam sepekan ke depan masih mendukung pembentukan awan hujan.
La Niña lemah yang masih berlangsung berpotensi meningkatkan suplai uap air, ditambah suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia.
Selain itu, Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku, hingga Papua, disertai aktivitas gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Rossby.
Keberadaan Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia juga memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan dan Jawa bagian barat.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Periode 6–8 Januari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Perlu diwaspadai hujan intensitas sedang di sebagian besar wilayah Indonesia: Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
- Angin Kencang: Lampung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua Selatan.
Periode 9–12 Januari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di:
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
- Angin Kencang: Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama saat melakukan aktivitas luar ruang dan perjalanan darat, laut, maupun udara.
Masyarakat juga diharapkan rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi BMKG melalui situs web, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infoBMKG.
---
Cuaca signifikan masih berpotensi terjadi hingga pertengahan Januari 2026.
Kombinasi La Niña lemah, aktivitas MJO, gelombang ekuator, serta pengaruh siklon tropis membuat risiko hujan lebat dan angin kencang tetap perlu diwaspadai.
Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem di awal tahun ini. (*)
Editor : Tina Mamangkey