Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

BMKG: Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat 9–15 Januari 2026

Tina Mamangkey • Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:18 WIB

Pengendara sepeda motor melintas saat hujan turun di kawasan Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta
Pengendara sepeda motor melintas saat hujan turun di kawasan Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta

MANADOPOST.ID - Memasuki pertengahan Januari 2026, kondisi cuaca di Indonesia menunjukkan dinamika yang semakin aktif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, seiring terpantau aktifnya Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang pekan ini.

Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah mengguyur banyak wilayah di Tanah Air.

Bahkan, BMKG mencatat kejadian hujan ekstrem di Maluku Utara dengan curah hujan mencapai 256,3 mm per hari.

Sementara itu, hujan sangat lebat juga terpantau di Papua Barat (114,6 mm/hari) dan Jawa Barat (113,2 mm/hari).

Fenomena ini menjadi sinyal awal bahwa atmosfer Indonesia sedang berada dalam kondisi yang sangat mendukung terbentuknya awan hujan dalam skala luas.

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer.

Salah satunya adalah kondisi La Niña lemah yang masih bertahan, disertai aktivitas MJO yang aktif secara spasial di wilayah Indonesia.

Selain itu, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang negatif serta perambatan gelombang ekuator turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Pada skala lokal, atmosfer juga terpantau cukup labil, sehingga mendukung terbentuknya awan hujan dengan intensitas yang lebih tinggi, termasuk hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Dalam sepekan ke depan, pengaruh dinamika atmosfer global, regional, hingga lokal masih akan terasa signifikan.

Pada skala global, fenomena ENSO berada pada fase negatif yang menandakan La Niña lemah, kondisi yang cenderung meningkatkan suplai uap air ke wilayah Indonesia.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di berbagai perairan Indonesia turut memperkaya kandungan uap air di atmosfer. Kombinasi ini menjadi bahan bakar utama pembentukan awan hujan.

Aktivitas MJO diprakirakan aktif melintasi banyak wilayah, mulai dari Aceh, Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Keaktifan MJO ini berpotensi meningkatkan intensitas dan cakupan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Tak hanya itu, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga terpantau aktif, khususnya di wilayah Papua Selatan dan perairan sekitarnya, sehingga memperbesar peluang hujan lebat.

BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Australia, serta sejumlah daerah konvergensi dan pertemuan angin yang memanjang di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi ini semakin memperkuat potensi pembentukan awan hujan di sepanjang jalurnya.

Prospek Cuaca 9–11 Januari 2026

Pada periode 9–11 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan ringan hingga lebat.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan intensitas sedang di wilayah: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya.

Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Barat, Kep. Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

Angin Kencang: Maluku bagian Tenggara, Kep. Riau, Papua Selatan, NTB, NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan.

Prospek Cuaca 12–15 Januari 2026

Memasuki periode 12–15 Januari 2026, hujan masih menjadi kondisi dominan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Peningkatan hujan intensitas sedang diprakirakan terjadi di  Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua.

Angin Kencang: Maluku, Bali, Kep. Bangka Belitung, NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Papua, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat Daya.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Perencanaan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, perlu dilakukan dengan lebih cermat.

Masyarakat juga diharapkan rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG melalui situs web, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infoBMKG. (*)

 

Editor : Tina Mamangkey
#Prospek Cuaca Mingguan #BMKG #prakiraan cuaca #Cuaca #cuaca ektrem #potensi hujan lebat