MANADOPOST.ID - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin (BGS), kembali mengingatkan masyarakat soal pola makan sehat melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin. Kali ini, sorotan ia tujukan pada makanan favorit banyak orang Indonesia: gorengan.
Dalam unggahan tersebut, Menkes BGS menyoroti kebiasaan mengonsumsi gorengan seperti bakwan, tempe goreng, tahu isi, hingga aneka gorengan lainnya yang kerap dianggap camilan ringan. Padahal, menurutnya, ukuran gorengan yang relatif kecil sering menipu persepsi tentang kandungan kalorinya.
“Gorengan kelihatannya kecil, tapi kalorinya tinggi dan tidak bikin kenyang lama,” ujar Budi Gunadi Sadikin. Ia menjelaskan bahwa satu potong gorengan bisa mengandung sekitar 100–150 kalori, tergantung jenis dan cara pengolahannya. Kalori tersebut sebagian besar berasal dari minyak yang terserap saat proses penggorengan.
BGS juga membagikan contoh pengalaman pribadinya agar pesan ini lebih mudah dipahami. Menurutnya, untuk membakar kalori dari satu potong gorengan saja, dibutuhkan sekitar 15 menit berjalan di treadmill. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kalori dari makanan tinggi lemak relatif “mahal” secara energi, karena membutuhkan usaha fisik yang tidak sedikit untuk membakarnya.
Meski tidak melarang konsumsi gorengan sepenuhnya, Menkes menekankan pentingnya membatasi porsi dan frekuensi, serta menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik. Ia mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Unggahan tersebut pun mendapat respons luas dari warganet. Banyak yang mengaku “tersentil” karena gorengan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian, baik sebagai sarapan, camilan sore, maupun teman minum kopi. Pesan Menkes ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak memilih makanan, tanpa harus kehilangan kenikmatan sepenuhnya. (*)
Editor : Jasinta Bolang