MANADOPOST.ID - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pedagang es gabus ditegur oleh aparat mendadak viral di media sosial. Pedagang tersebut sempat dituduh menggunakan spons sebagai bahan campuran es gabus yang dijualnya, tudingan yang langsung menuai reaksi keras dari warganet.
Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang aparat berseragam mendatangi pedagang dan mempertanyakan bahan pembuatan es gabus. Dugaan penggunaan spons—yang dianggap berbahaya bagi kesehatan—memicu kehebohan karena belum disertai bukti kuat saat disampaikan di hadapan pedagang.
Video itu dengan cepat menyebar luas dan menuai simpati publik kepada pedagang kecil tersebut. Banyak warganet menilai tuduhan aparat terkesan terburu-buru dan dapat merugikan pedagang secara moral maupun ekonomi, terlebih jika informasi tersebut tidak benar.
Tak lama setelah viral, pihak aparat yang bersangkutan akhirnya memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf. Dalam klarifikasinya, aparat mengakui bahwa tuduhan tersebut tidak disampaikan dengan pendekatan yang tepat dan telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, aparat tersebut bahkan disebut membelikan pedagang es gabus sebuah sepeda motor baru. Langkah ini dilakukan sebagai kompensasi atas dampak psikologis dan ekonomi yang dialami pedagang akibat viralnya video tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian aparat dalam menyampaikan dugaan, terutama kepada pelaku usaha kecil. Di sisi lain, kasus ini juga menunjukkan besarnya kekuatan media sosial dalam mengawal isu keadilan dan mendorong klarifikasi dari pihak berwenang. (*)
Editor : Jasinta Bolang