MANADOPOST.ID—Upaya memperkuat kesiapan kerja lulusan SMK mendapat momentum baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Wadhwani Foundation melalui Wadhwani Skilling Network (WSN) menggelar pertemuan nasional daring yang mempertemukan lebih dari 30 ribu pimpinan sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari 14.325 SMK di seluruh Indonesia.
Skala pertemuan ini menjadikannya salah satu forum koordinasi nasional terbesar yang secara khusus membahas penguatan transisi lulusan pendidikan vokasi ke dunia kerja. Fokus utamanya: memastikan seluruh SMK memahami sekaligus siap mengimplementasikan Program JobReady, sebuah inisiatif penguatan employability berbasis hasil dan teknologi.
Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK Kemendikdasmen, Adrianus Patiung, menegaskan bahwa tantangan lulusan SMK hari ini tak lagi cukup dijawab dengan ijazah semata. “Dunia kerja membutuhkan lulusan yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, berkarakter, dan memiliki soft skills yang kuat. Kolaborasi dengan Wadhwani Foundation ini kami dorong agar setiap SMK memiliki akses pada program kesiapan kerja yang relevan dan berkualitas,” ujarnya.
Dari pihak mitra, Vice President WSN sekaligus Country Director Wadhwani Foundation Indonesia, Herdian Mohammad, menyebut kolaborasi nasional ini sebagai langkah strategis untuk membangun standar kesiapan kerja yang lebih merata. “Melalui JobReady, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri. Ini bagian dari komitmen kami mendukung 3 juta penempatan kerja hingga 2030. Satu pekerjaan bukan hanya mengubah satu individu, tetapi juga memperkuat kesejahteraan keluarganya,” katanya.
Program JobReady sendiri ditawarkan sepenuhnya tanpa biaya bagi institusi pendidikan dan peserta didik. Kurikulumnya mencakup 79 jam pembelajaran terstruktur, 75 micro-modul, serta 11 penilaian kompetensi dengan pendekatan blended learning. Peserta juga didukung Wadhwani GenieAI, asisten berbasis kecerdasan buatan untuk simulasi wawancara kerja, penguatan materi, hingga umpan balik personal secara cepat.
Di Indonesia, kemitraan Wadhwani Foundation telah menjangkau ratusan SMK, puluhan perguruan tinggi, dan politeknik. Kolaborasi nasional bersama Kemendikdasmen ini diposisikan sebagai langkah penting untuk memperluas kerangka kesiapan kerja yang seragam di seluruh ekosistem pendidikan vokasi.
Bagi SMK yang bergabung, dukungan diberikan secara menyeluruh, mulai dari orientasi pendidik, panduan implementasi, sertifikasi, hingga akses platform pembelajaran digital. Model ini dirancang agar penguatan employability terintegrasi langsung ke dalam sistem sekolah yang sudah berjalan, tanpa menambah beban administratif.
Wadhwani Foundation juga membuka peluang kemitraan gratis bagi ribuan SMK yang belum sempat mengikuti pertemuan nasional tersebut. Melalui program ini, siswa dan guru yang menyelesaikan rangkaian pembelajaran akan memperoleh certificate of completion sebagai pengakuan kompetensi.
Informasi lengkap mengenai Program JobReady dan Wadhwani Skilling Network dapat diakses melalui https://linktr.ee/wadhwanifoundationid. Untuk kemitraan, sekolah dapat menghubungi Tim Learner Success Wadhwani Foundation melalui email alya.andin@wadhwanifoundation.org.(fgn)