MANADOPOST.ID-Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, kunjungan lapangan ke Perumahan JC Home Koka, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Kamis (9/04/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh pengembang JC Home Koka, Cliff Nicolaas bersama manajemen hingga manajemen perbankan. Dalam agenda itu, kedua menteri meninjau langsung kondisi perumahan subsidi serta berdialog dengan warga setempat.
Usai peninjauan salah satu unit, Maruarar Sirait mengapresiasi kualitas infrastruktur di kawasan tersebut, khususnya akses jalan dan fasilitas dasar yang dinilai memadai.
“JC Home Koka jalannya juga sangat bagus. Ya, inilah contoh pengembang yang bisa bertanggung jawab, sehingga ya, pengembangnya, perusahaannya untung, tapi juga masyarakatnya juga bisa menikmati rumah subsidi yang berkualitas,” ujar Maruarar.
Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang dinilai berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Presiden Prabowo sudah kasih BPHTB gratis, PBG gratis, itu luar biasa. Baru Presiden Prabowo yang lakukan itu buat MBR, masyarakat berpenghasilan rendah. Jadi ini kebijakan yang sangat pro-rakyat, nikmatilah itu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Maruarar turut berdialog langsung dengan warga untuk memastikan kondisi lingkungan perumahan.
“Ibu-ibu tinggal di sini? Iya. Banjir enggak? Enggak. Aman enggak di sini? Aman. Airnya bersih enggak? Bersih. Cek sendiri ya,” ucapnya saat berdialog.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap pengembang, termasuk pemberian sanksi jika ditemukan fasilitas yang tidak sesuai.
“Apa ada sanksi bagi pengembang yang fasilitasnya misalnya airnya tidak lancar? Oh tentu kan kita melakukan pengecekan-pengecekan ya, terus-terusan,” tegasnya.
Maruarar juga mengedukasi masyarakat agar lebih cermat sebelum membeli rumah subsidi dengan memastikan kondisi fisik bangunan dan lingkungan.
“Kalau ibu mau beli rumah, lihat rumahnya, periksa airnya, lihat lantainya retak-retak apa enggak, temboknya lihat, ya kan? Jalannya bagaimana, banjir baru pilih apa tidak? Nah, kita edukasi rakyat kita. Jadi cermat sebelum mau beli, teliti sebelum membeli,” jelasnya.
Selain itu, ia turut menyoroti peran media dalam menyampaikan informasi yang objektif dan memberikan akses bagi masyarakat terhadap program pemerintah.
“Media itu bukan buat siapa-siapa. Sampaikan saja kebenaran. Ada korupsi, sampaikan korupsi. Ada yang tidak benar, sampaikan tidak benar,” katanya.
Menanggapi adanya keluhan warga terkait perbedaan tarif air, Maruarar menyebut pemerintah akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Kita minta hari Selasa ketemu dengan gubernur, dengan teman-teman kepala daerah, dengan perbankan, supaya dialog komunikasi yang baik. Ya, tentu masalah setiap daerah pasti ada,” ujarnya.
Ia optimistis persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka antar pihak. “Dengan niat baik, keterbukaan komunikasi, saya yakin bisa diselesaikan,” pungkasnya.(gnr)
Editor : Grand Regar