MANADOPOST .ID — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mulai mengadakan tahapan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kepulauan Sangihe yang diwakili Sekretaris Daerah, Melanchton Harry Wolff, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Selasa (07/04/2026).
Sebanyak 106 siswa dari berbagai SMA di Kabupaten Sangihe mengikuti tahapan seleksi, yang terdiri dari 52 siswa laki-laki dan 54 siswa perempuan.
Tim seleksi melibatkan unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sangihe.
Sekretaris Daerah Melanchton Harry Wolff dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses seleksi Paskibraka merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup.
Ia menambahkan, kesempatan menjadi Paskibraka dapat membuka peluang bagi para siswa untuk mengembangkan diri, baik melalui jalur militer maupun sipil.
“Melalui proses ini, adik-adik memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik dan mengharumkan nama daerah maupun bangsa,” ujar Wolff.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sangihe, Godfried F. Pella, menjelaskan bahwa tahapan seleksi diawali dengan pendaftaran yang dibuka pada 16 hingga 25 Maret 2026.
Selanjutnya, dilakukan seleksi administrasi baik secara online melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta maupun secara manual oleh Kesbangpol.
“Dari total 114 siswa yang mendaftar, sebanyak 106 dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri dari 54 putri dan 52 putra,” jelas Pella.
Ia menambahkan, para peserta akan mengikuti tahapan seleksi hingga 10 April 2026. Dari hasil seleksi tersebut, akan dipilih 34 orang atau 17 pasang.
“Dari jumlah itu, empat orang akan mewakili kabupaten untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi, sementara 30 lainnya akan bertugas sebagai Paskibraka Kabupaten pada upacara 17 Agustus,” tambahnya.
Pada hari pertama seleksi, peserta akan mengikuti tes wawasan kebangsaan, pemahaman Pancasila, serta Tes Inteligensi Umum (TIU) yang dilaksanakan secara online.
“Seluruh materi berasal dari pusat dan dilakukan secara daring. Peserta sudah memiliki akun masing-masing dan dapat langsung mengetahui hasil tes setelah selesai,” pungkasnya.
Editor : Alfian Tumuahi