Usulan Ketua Pelti Sulut Steven Kandouw jadi Hasil Rakernas 2021 di Bali
Filip Kapantow• Jumat, 10 Desember 2021 | 21:12 WIB
KOMPAK: Ketua Pelti Sulut Steven Kandouw (kedua dari kiri) bersama jajaran pengurus Pelti Sulut 2017-2022.MANADOPOST.ID - Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) di Wisma Werdhapura PUPR Sanur Bali, 3-5 Desember 2021. Sekretaris Pelti Sulawesi Utara Nico Tampi mengatakan, hal-hal strategis telah dibahas dalam Rakernas. Di antaranya porsi kuota atlet cabang olahraga (Cabor) tenis 12 menjadi 16 untuk PON 2024/2025 dan seleksi atlet melalui sistem zonasi. "Mengubah cara seleksi atlet berlaga di PON Tahun 2022 yang diambil dari 7 terbaik peringkat nasional Pelti (PNP) atlet. Dan sisanya diambil dari seleksi Pra PON dengan sistem beregu," beber Tampi. Tampi mengatakan, sistem zonasi bisa membuat pemerataan atlet mewakili Provinsi-provinsi di luar Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Sistem zonasi dengan membagi 7 zonasi. Yakni, Wilayah 1 yang terdiri dari Provinsi Sumbar, Aceh, Sumut, Riau dan Kep. Riau. Kemudian Wilayah Dua yang terdiri dari Provinsi Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung. Wilayah 3 terdiri dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jabar dan Jateng. Wilayah 4 yakni Provinsi Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB. Wilayah 5 yakni Provinsi Kaltim, Kalbar, Kalsel, Kalteng, dan Kaltara. Sedangkan Sulawesi Utara berada di Wilayah 6 bersama Gorontalo, Sultra. Sulteng, Sulbar dan Sulsel. Wilayah 7 yakni Povinsi Papua, Maluku, Malut, Papua Barat. "Dan dari Pengprov Pelti Sulut melalui Pak Ketum Drs Steven OE Kandouw mengusulkan juga agar adanya pembatasan usia bagi atlet peserta PON. Usul pembatasan usia memungkinkan daerah akan memacu atlet usia muda untuk bersaing dan mengembangkan prestasi lebih fokus. Namun masih lebih banyak Provinsi masih menginginkan tanpa pembatasan usia. Alasan utamanya adalah puncak mengukur keberhasilan pembinaan prestasi adalah di ajang PON. Karena di situlah tempat pengujian prestasi," kata Tampi menyampaikan usulan Steven Kandouw dalam Kongres. Adapun menurut Tampi, selain zonasi yang berhasil Pengprov Sulut loloskan sebagai hasil rakernas, yang lain adalah program pelatihan referee yang diputuskan akan dilakukan dua kali di Tahun 2022. Juga dikatakan Tampi, perhatian Ketum PP Pelti Dr Rildo Ananda Anwar, Mantan Irjen Kementerian PUPR, yang saat ini menjadi Staf Khusus Menteri PUPR Basuki H, sangat tinggi. Itu dilihat dari laporan kinerja yang berhasil, membawa tenis mulai diperhitungkan. "Seperti meraih emas di ajang Asian Games dan juara Umum di SEA Games. Hasil tersebut membuat semua Pengprov menerima dengan apresiasi yang tinggi," tutup Tampi. (gre) Editor : Filip Kapantow