MANADOPOST.ID - Dunia sepak bola telah menciptakan banyak striker terkenal. Para pemain penyerang elit ini sering dianggap sebagai penentu keberhasilan tim dalam setiap pertandingan. Namun, fakta bahwa popularitas striker belum tentu sejalan dengan jumlah gol yang dicetaknya untuk tim.
Bukanlah hal yang jarang bagi striker untuk menjadi penyedia assist yang luar biasa bagi rekan-rekannya di tim. Peran mereka sebagai pencipta peluang dapat membantu tim meraih poin penting dari lawan-lawannya.
Selain itu, meskipun gol menjadi fokus perhatian, para striker ini juga diarahkan untuk menjadi playmaker yang mampu menciptakan peluang bagi rekan-rekan setim mereka.
Oleh karena itu, mengukur keberhasilan para striker top hanya berdasarkan jumlah gol yang mereka cetak tidaklah tepat. Sebagai gantinya, peran mereka sebagai pengatur permainan yang vital harus diberikan perhatian lebih.
Berikut dilansir JawaPos.com dari sportskeeda.com, lima penyerang yang jarang sekali membuat gol untuk timnya.
Jack Grealish (Manchester City)
Musim 2022/2023 menjadi puncak kesuksesan Jack Grealish sejak dipercaya sebagai pemain profesional. Jack Grealish adalah salah pemain penyerang Manchester City. Pemain asal Inggris itu sempat mengambil peran besar ketika Manchester City meraih treble musim lalu.
Namun, jika mengukur prestasi Jack Grealish dalam hal membobol gawang lawan, tentu dianggap kurang pas. Karena selama musim laga 2022/2023 lalu secara statistik, Jack Grealish hanya dapat menghasilkan lima gol dan sebelas assist di 50 laga.
Gabriel Jesus (Arsenal)
Ketika masih bergabung di Manchester City, Pep Guardiola memutuskan untuk menjual Gabriel Jesus kemudian menggantikan posisinya dengan Erling Haaland. Padahal sebelumnya Gabriel Jesus bertugas menjadi juru gedor Manchester City di lini depan.
Faktanya, Gabriel Jesus juga dinilai sebagai pemain yang sangat jarang untuk mencetak gol. Hal ini yang diperkirakan menjadi alasan bagi pelatih Manchester City itu untuk menggantikan posisi Gabriel Jesus dengan pemain lain.
Menariknya, Gabriel Jesus kemudian bergabung dengan Arsenal sejak musim panas lalu. Tim terkenal asal Inggris tersebut kemudian langsung memaksimalkan potensi menyerang Gabriel Jesus itu tanpa memperhitungkan jumlah gol.
Pria asal Brazil tersebut dinilai sebagai penyerang yang bagus meskipun tidak andal dalam mencetak gol. Secara statistik, Gabriel Jesus hanya dapat menghasilkan sebelas gol dan delapan assist di 33 laga bersama Arsenal pada musim 2022/2023 lalu.
Ousmane Dembele (Barcelona)
Ousmane Dembele tercatat sebagai salah satu pemain sepak bola berbakat. Ousmane Dembele diposisikan sebagai pemain sayap ambipedal, hal inilah yang memberikan peluang besar bagi Ousmane Dembele dalam menggiring dan menendang bola menggunakan kedua kakinya.
Potensi yang dimiliki Ousmane Dembele dianggap menjadi ancaman bagi lawan. Selain itu, Ousmane juga dinilai sebagai penyerang yang dinamis, kemampuannya dalam mengumpan sering kali tidak dapat diprediksi tim lawan. Sehingga di sepertiga akhir permainan Ousmane punya peluang besar untuk mengumpan bola gol kepada rekan timnya.
Oleh karena itu sebutan play maker, dianggap pas apabila disandingkan untuk sosok Ousmane Dembele. Dalam data menerangkan bahwa pemain asal Brazil itu hanya pernah mencetak delapan gol dan sembilan assist di 35 laga Barcelona musim lalu.
Ansu Fati (Barcelona)
Pemain dengan data paling sedikit mencetak gol juga tertuju kepada Ansu Fati. Pemain asal Barcelona tersebut digadang akan memberikan pengaruh besar bagi tim. Meskipun sebelumnya Ansu Fati sempat berjuang untuk mendapatkan posisi starter.
Ansu Fati dinilai sebagai penyerang terbaik apabila diposisikan di lini kiri bukan di lini tengah. Faktanya, meskipun dianggap memiliki potensi besar, Ansu Fati bukan pemain yang banyak mencetak gol. Di 51 laga bersama Barcelona, Ansu Fati hanya bisa menghasilkan sepuluh gol dan empat assist.
Allan Saint-Maximin (Newcastle United)
Bergabungnya Eddie Howe dalam formasi Newcastle United, ikut mengubah sistem permainan yang sudah dibuat sebelumnya. Hal tersebut tentu dinilai sebagai musim terburuk bagi Allan Saint-Maximin. Meskipun sebelumnya pemain asal Prancis itu dianggap sebagai tombak kesuksesan bagi timnya.
Allan Saint-Maximin memiliki teknik menggiring bola yang sangat baik. Sehingga sering kali umpan bola yang Allan hasilkan membuahkan gol bagi timnya. Potensi inilah yang menjadi daya tarik penonton setiap menyaksikan Newcastle United berlaga.
Di samping itu, di balik potensi Allan Saint-Maximin sebagai pemain penyerang berpotensi, tetap ada kekurangan yang dimiliki. Berdasar data pemain berusia 26 tahun itu hanya menghasilkan satu gol dan lima assist dalam 31 pertandingan Newcastle United 2022/2023 musim lalu. (jpc)
Editor : Toar Rotulung