MANADOPOST.ID - Liverpool berpisah dengan pelatih bola mati Aaron Briggs setelah performa bertahan dari situasi set-piece dinilai bermasalah.
Keputusan ini diambil karena Liverpool kebobolan paling banyak dari skema bola mati di antara liga top Eropa musim ini.
Klub merasa perubahan diperlukan agar kebocoran gol dari situasi tersebut bisa diperbaiki.
Tanggung jawab latihan set-piece kini dialihkan kepada staf pelatih yang tersisa.
Di Premier League musim ini, Liverpool sudah kemasukan 12 gol dari set-piece tanpa menghitung penalti.
Jumlah tersebut membuat mereka sejajar sebagai tim dengan kebobolan set-piece terbanyak di lima liga besar Eropa.
Dari total itu, tujuh gol berasal dari situasi sepak pojok.
Gol terakhir dari sudut terjadi saat Liverpool menang 2-1 atas Wolves.
Di liga Inggris, hanya West Ham yang kebobolan lebih banyak dari sepak pojok dibanding Liverpool.
Pengumuman resmi disampaikan klub melalui pernyataan tertulis.
Liverpool mengonfirmasi bahwa Aaron Briggs telah meninggalkan perannya sebagai pelatih bola mati tim utama.
Briggs bergabung dengan klub pada Juli 2024.
Awalnya ia direkrut sebagai pelatih pengembangan individu.
Ia kemudian menjadi bagian dari staf kepelatihan Arne Slot.
Klub mengakui kontribusinya dalam keberhasilan Liverpool menjuarai Premier League musim lalu.
Meski demikian, performa musim ini membuat manajemen memilih melakukan evaluasi.
Liverpool saat ini berstatus juara bertahan liga.
Di klasemen sementara Premier League, mereka berada di posisi keempat.
Liverpool tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Arsenal.
Pada pertandingan berikutnya, Liverpool akan menjamu Leeds United di Anfield pada Hari Tahun Baru. (samt)
Editor : ALengkong