Clavel Lukas• Selasa, 22 Desember 2020 | 06:31 WIB
Kasubbag Umum LPMP Sulut Febry Dien saat memberikan keterangan kepada awak media.Oleh: Tommy Waworundeng DALAM bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Demikian sebagian firman Tuhan dalam perikop: Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus. Yang menjadi bacaan Gereja Masehi Injili di Minahasa sepanjang minggu ini. Injil Lukas 1 ayat 26 di atas, sebetulnya menegaskan soal kapan Yesus lahir. Umat Kristen di seluruh dunia, tiap tahun merayakan hari kelahiran Yesus Kristus setiap 25 Desember. Namun banyak yang pertanyaannya, apakah benar Yesus lahir pada 25 Desember. Apakah ada tertulis dalam Alkitab? Dapatkah kita menentukan hari kelahiran Yesus yang sesungguhnya? Salah satu situs menuliskan, “tanggal 25 Desember adalah saat Natalis Solis Invicti (“Kelahiran Dewa Matahari Yang Tak Terkalahkan”), yang dirayakan oleh orang-orang Romawi dalam bentuk Festival Saturnalia. Tahun 306-337 masehi, Konstantinus Agung (putra Flavius Valerius Konstantius dan Helena), merubah Kekaisaran Romawi menjadi percaya Kristus. Tetapi Festival Saturnalia setiap tanggal 25 Desember dilestarikan dalam bentuk perayaan Natal. Ada juga situs yang menulis, tidak mungkin karena cuaca sekitar Desember di Betlehem, tempat kelahiran Yesus. Pada bulan Khislew dalam penanggalan Yahudi (sama dengan bulan November/Desember), cuacanya dingin dan banyak hujan. Bulan setelah itu adalah Tebet (Desember/Januari). Pada bulan itu, suhu mencapai titik terendah dan kadang-kadang salju turun di dataran tinggi. Sehingga tidak mungkin ada gembala di padang menjaga dombanya. Mencari jawaban mengenai polemik di atas, sebenarnya banyak tertulis dalam Alkitab. Jadi tidak perlu mencari ke mana-mana. Sebab Alkitab banyak informasi yang jelas tentang kelahiran Yesus. Antara lain seperti dalam Injil Lukas 1 ayat 26 di atas. Dijelaskan bahwa, berita Malaikat Gabriel akan lahirnya Yesus, terjadi pada bulan ke-6. Dalam kalender Ibrani, ada 2 macam perhitungan: Pertama, Kalender perayaan keagamaan. Yang menjelaskan bahwa bulan pertama itu yakni bulan Nisan (Maret-April). Dihitung dari Bani Israel keluar dari Mesir. Pada tanggal 1 Nisan tahun Yahudi 2448 (1313 SM), 2 minggu sebelum bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir (Exodus), menurut Kitab Keluaran, 'Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun." Adapun bulan-bulan dalam kalender Ibrani adalah: Nisan (Maret-April), Iyyar (April-Mei), Sivan (Mei-Juni), Tammuz (Juni-Juli), Av (Juli-Agustus), Elul (Agusuts-September), Tishri (September-Oktober), Keshvan (Oktober-November), Kislev (November-Desember), Tevet (Desember-Januari), Shevat (Januari-Februari dan Adar (Februari-Maret). Perhitungan kedua, Kalender sipil (the Civil calendar). Yang menjelaskan bahwa bulan pertama itu yakni bulan Tisyri atau Etanaim (Kira-kira bulan September-Oktober). Agama dan Umat Yahudi merayakan Tahun Baru mereka pada bulan Tishrei. Umat Yahudi menyebut Perayaan Tahun Baru mereka dengan nama Rosh Hashanah, yang berarti “Kepala Tahun”. Rosh Hashanah ini digunakan oleh umat Yahudi untuk memperingati penciptaan dunia. Tepatnya penciptaan manusia pertama, Adam. Jika memakai kalender Gregorian (Kalender Masehi), Tahun Baru Yahudi ini dirayakan pada bulan September. Orang Yahudi menganggap kalender mereka dimulai dari tanggal kelahiran Adam. Umat Yahudi menggunakan kalender Anno Mundi (Tahun Dunia) yang memulai perhitungan tahun sejak 3.760 SM, tahun penciptaan (Genesis). Sehingga bulan ke-6 dalam kalender sipil Ibrani (Adar), kira-kira jatuh pada bulan Maret. Jadi Malaikat Gabriel datang kepada Maria pada hari ke-25 bulan Maret yang paralel dengan minggu kedua dalam bulan Adar. Pada Bulan Adar (kalender Ibrani) atau Bulan Maret (kalender masehi) itulah Perawan Maria mulai mengandung bayi Yesus setelah menerima Kabar Gembira dari Allah melalui Malaikat Gabriel di sebuah kota di Galilea bernama Nazaret. Jika Maria mengandung normal selama 9 bulan dari Maret, maka bayi Yesus akan lahir pada Bulan Desember. (*) Editor : Clavel Lukas