Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Catatan Royke Lumowa: Bersepeda Masuk Eropa, Mimpi Saya Mulai Terbayarkan (30)

Clavel Lukas • Sabtu, 23 Maret 2024 | 14:40 WIB
Dua ekor anjing sempat mengejar saya saat gowes dari Istanbul ke border Turki-Yunani. Foto: Arsip Royke Lumowa
Dua ekor anjing sempat mengejar saya saat gowes dari Istanbul ke border Turki-Yunani. Foto: Arsip Royke Lumowa

Mendengar kisah tentang petualangan sepeda ke Eropa selalu memberikan rasa yang berbeda. Ada nuansa heroik yang melekat, karena perjalanan tersebut tidaklah mudah. Tantangan teknis maupun non-teknis selalu menghadang. Setelah melewati lima bulan perjalanan sepeda dari Jakarta, saya akhirnya memasuki benua Eropa melalui pintu gerbang Turki dan Yunani.

Pada hari Selasa, 12 Desember 2023, saya memulai perjalanan meninggalkan Istanbul menuju perbatasan Turki-Yunani. Sepanjang hari itu, saya bersepeda hingga mencapai Kota Tekirdag sejauh 141 kilometer.

Bagian Istanbul tempat saya menginap sudah sebagian masuk wilayah Eropa. Namun, banyak yang berpendapat bahwa Eropa dimulai dari Yunani.

Setelah sarapan di hotel di Taksim, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Saya dan tim berdoa sebelum memulai petualangan. Pukul 08.30, saya mulai bersepeda, melewati Jalan Istiklal yang ramai sebagai pusat perbelanjaan dan restoran. Jalanan masih sepi pada pagi itu, memberi kesempatan bagi kami untuk berfoto.

Perjalanan yang menarik mengikuti pesisir Laut Marmara, yang juga menghubungkan Laut Hitam di timur dan Laut Mediterania di barat. Pada siang hari, kami masih berada di sepanjang pesisir laut. Makan siang di Kota Silivri, yang juga di tepi laut, memperlihatkan pantai yang bersih dan teratur, dengan fasilitas umum untuk menikmati alam.

Jalur sepeda tersebar di mana-mana, memungkinkan pesepeda untuk menikmati perjalanan dengan nyaman. Suhu dingin memaksa kami untuk berkonsentrasi dan fokus, tetapi juga membuat perjalanan lebih menyenangkan tanpa terlalu banyak keringat.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 141 kilometer, saya tiba di Kota Tekirdag sekitar pukul 18.00. Kota ini berada di pantai barat Laut Marmara. Kami menginap di Hotel Rodasto, yang berlokasi di pusat kota.

Turki memiliki keunggulan dalam menikmati keindahan laut secara gratis, dan minum teh adalah bagian dari budaya yang kental. Tekirdag juga terkenal sebagai produsen arak dan anggur yang berkualitas.

Malam itu, mobil kami mengalami kecelakaan karena tabrakan dengan mobil yang dikemudikan oleh seorang yang mabuk. Kejadian itu menyebabkan kerusakan cukup parah pada mobil kami.

Besoknya, kami menunda perjalanan untuk memperbaiki mobil. Kami mengunjungi bengkel resmi Toyota untuk perbaikan. Setelah proses perbaikan yang memakan waktu, kami melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Turki-Yunani.

Pagi hari Kamis, 14 Desember 2023, saya kembali bersepeda menuju perbatasan. Setelah melewati beberapa kilometer, kami tiba di Malkara, di mana kami memutuskan untuk memuat sepeda ke mobil pengiring untuk mempercepat perjalanan.

Sekitar pukul 16.42, kami tiba di perbatasan Turki. Setelah menyelesaikan proses imigrasi dan bea cukai, kami melangkah masuk ke Yunani. Pelayanan yang cepat dan efisien di Yunani sangat mengagumkan.

Di perbatasan Yunani, kami merasakan suasana yang benar-benar berbeda, dengan bangunan yang megah dan proses pelayanan yang singkat.

Setelah meninggalkan perbatasan, kami menikmati makan malam di kantin, merayakan kedatangan kami di Eropa. Malam itu, kami menginap di Hotel Therassa di wilayah Timaria.

Dengan langkah kami yang baru masuk Eropa, kami siap menghadapi tantangan baru, termasuk mengayuh sepeda di tengah hamparan salju dan suhu yang sangat dingin. Tetapi semangat kami untuk mewujudkan misi utama touring ini tidak pernah pudar: Bersepeda Kemana pun untuk Menyelamatkan Bumi.

Editor : Clavel Lukas
#Royke Lumowa #sepeda