MANADOPOST.ID- Kubu PDI Perjuangan kemungkinan kembali menurunkan duet Andrei Angouw-Richard Sualang (AA-RS) di Pilwako Manado 2024.
Lawannya bisa Jimmy Rimba Rogi, Wali Kota Manado 2005—2008 yang akrab disapa Imba.
Di tengah kontroversi Imba, sejarah mencatat era keemasan Imba telah merintis perubahan di Kota Manado.
Selain politisi tangguh seperti Imba, latar birokrat juga tidak kekurangan tokoh yang berpengaruh.
Salah satu figur yang sedang digadang adalah Christiano Talumepa SH MSi, yang lebih dikenal dengan nama Christal. Ya, Staf Ahli Gubernur yang dikenal dengan jargon "Bersih, Bening, Bersinar" dianggap layak bertarung dalam Pemilihan Wali Kota Manado.
Sebelumnya, ia pernah dipercaya sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Christal juga memiliki pengalaman sebagai Kepala Biro Hukum termuda di Indonesia. Di posisi tersebut, ia berhasil menyelesaikan berbagai permasalahan hukum, termasuk menyelamatkan aset pemerintah daerah dari gugatan hukum.
Selain itu, ia juga aktif dalam menyusun produk hukum daerah dan melakukan evaluasi terhadap regulasi-regulasi sebelum dijadikan sebagai peraturan daerah yang berlaku.
Selain itu, berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut pernah didukui Christal. Misalkan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Waktu itu Sulut pernah mencatat UMP tertinggi di Indonesia Timur setelah Papua. Pernah jadi Asiten III termuda di Indonesia, Kepala Dinas Koperasi dan berbagai jabatan dan penghargaan lainnya.
Sementara ulasan di ruang publik menilai Politisi sekaligus Pengusaha Moor Bastiaan dinilai cocok mendampingi Christal di Pilwako Manado. Duet Christal dan Wakil Wali Kota Manado 2016-2021 itu dinilai sebagai pasangan yang cocok.
"Akan tetapi juga tidak menutup kemungkinan pasangan Christal-Royke Anter," nilai warga yang menganalisa politik di Manado.
Sementara dari poros lain membuka kemungkinan nama-nama peluang untuk wali dan wawali seperti Hillary Brigitta Lasut, JP Makarawung, Ledrik Takaendengan, Candy Bastian dan Joseph Kopalit.
Pemerhati Politik David Purukan MSi menilai, dukungan dari partai politik tentunya akan menjadi hal yang mendasar. "Di samping itu rekam jejak calon akan membawa pengaruh terhadap polarisasi politik," nilai Purukan. (*)
Editor : Gregorius Mokalu