MANADOPOST.ID--Isu integritas jadi hal penting dan diseriusi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.
Integritas jadi bagian penting saat seorang pengawas pemilu kala menjalankan tugas sebagai bagian dari penyelenggara pesta demokrasi.
Semangat integritas inilah yang jadi latar belakang kegiatan Penanaman Pohon Integritas, oleh Bawaslu RI bertempat di JB Cafe and Eatery Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan Penanaman Pohon Integritas dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu RI diwakili Anggota Dr Herwyn Malonda J H Malonda SH MH, didampingi Abhan SH mantan Ketua Bawaslu RI Periode 2017-2022 Abhan SH MH.
Dikatakan Herwyn Malonda, alasan pihaknya memilih bibit pohon Manggis dikarenakan filosofinya yang lama dikenal tak pernah berdusta. Manggis dikenal karena nilai-nilai kejujurannya, relevan dengan tugas pengawas pemilu yang diwajibkan berintegritas.
"Pohon manggis memiliki filosofi yang unik, apa yang terlihat di luar mencerminkan apa yang ada di dalam. Filosofi ini menjadi lambang kejujuran, di mana jumlah isi buahnya selalu sesuai dengan jumlah yang terlihat di bawah kulitnya. Kejujuran dan integritas hal yang penting bagi kita sebagai insan pengawas pemilu," ucap Herwyn Malonda.
Figur low profile ini pun berharap, kedepannya tatkala rampung menjalankan tugasnya sebagai Anggota Bawaslu RI Bidang SDM, dirinya bisa melihat di seluruh kantor Bawaslu di Indonesia.
"Kedepannya Tuhan berkenan masih diberikan kekuatan dan kesehatan, saya main ke kantor Bawaslu Tomohon misalnya. Pohon manggisnya sudah berbuah," ujar Malonda sembari tersenyum.
Diketahui, Pohon Manggis dalam prosesnya bisa bertumbuh dengan ukuran yang besar, butuh waktu lama untuk berbuah, tetapi hasilnya sangat baik. Filosofi ini mengajarkan kita untuk bersabar, memperkuat kerja sama internal, dan menjaga kualitas, meskipun terkadang dinilai kurang sempurna dari luar.
Turut hadir dalam kegiatan, jajaran Bidang SDM Bawaslu RI, Anggota Bawaslu Sulut Steffen Linu SS MAP, Ketua Bawaslu Tomohon Stenly Kowaas dan jajaran, Wakil Rektor UKIT Prof Franky Tulungen, pegiat pemilu dan undangan lainnya.(yol)
Editor : Julius Laatung