MANADOPOST.ID—Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Capt Remly Kandoli menyampaikan laporan hasil reses Daerah Pemilihan Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara (Minsel/Mitra) masa sidang pertama tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Sulut yang digelar belum lama ini.
Dalam penyampaiannya, legislator PDI Perjuangan ini menegaskan reses merupakan sarana penting untuk menyerap dan menyuarakan aspirasi masyarakat yang harus serta layak mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu isu utama yang disampaikan adalah persoalan infrastruktur jalan yang dinilai masih sangat membutuhkan perbaikan serius.
Kandoli mengungkapkan masyarakat di wilayah Minsel dan Mitra banyak mengeluhkan kondisi ruas jalan yang rusak, bahkan ada yang belum tersentuh pekerjaan. Ia menyebut sejumlah ruas jalan strategis yang menjadi kewenangan provinsi dan perlu segera ditindaklanjuti.
“Ada jalan dari Ratahan ke Amurang yang kemarin belum ada pekerjaan. Kemudian ruas jalan dari Pontak di Minahasa Selatan sampai Lobu, serta ruas jalan Pasar ke Tababo. Selain itu, ruas jalan Pangu, Wongkai, dan Atep yang menghubungkan dua kabupaten juga mengalami longsor di beberapa titik, bahkan ada yang kondisinya sudah sangat rusak. Ini perlu segera diperbaiki dan kami berharap pemerintah provinsi dapat menindaklanjutinya,” ungkap Kandoli di hadapan peserta rapat paripurna.
Selain infrastruktur jalan, Remly Kandoli juga menyoroti kebutuhan pembangunan tanggul yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Menurutnya, keberadaan tanggul tersebut sangat penting untuk melindungi wilayah dan aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.
“Kurang lebih sekitar dua kilometer tanggul yang perlu segera dibangun karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Tak hanya itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian dalam laporan reses tersebut. Kandoli menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan irigasi, khususnya di wilayah Lahendong 1, 2, dan 3 yang hingga kini masih mengalami kekurangan pasokan air.
Ia bahkan menekankan pentingnya pembangunan bendungan yang mampu mengairi lebih dari seribu hektare sawah yang saat ini sangat bergantung pada curah hujan. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Kami juga berharap adanya bendungan yang bisa mengairi seribu lebih hektare sawah yang saat ini sangat kekurangan air. Kami memohon agar aspirasi ini bisa direalisasikan,” ujar Kandoli.
Menutup penyampaiannya, Remly Kandoli menyelipkan refleksi filosofis dengan mengutip pepatah kuno 'ora et labora' yang berarti berdoa dan bekerja. Ia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja memperjuangkan aspirasi rakyat, sembari mengiringinya dengan doa.
“Saya sudah bekerja dan nantinya saya juga akan berdoa. Dalam doa saya, saya memohon agar Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay diberi hikmat, kesehatan, dan kemampuan, serta hatinya tergerak untuk merealisasikan aspirasi ini,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Silangen, yang disebutnya sebagai panutan, agar turut mendoakan dan mengawal aspirasi masyarakat Minsel–Mitra.(gel)
Editor : Angel Rumeen