ManadoPost.id — Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Fransiscus Andi Silangen, memberikan apresiasi terhadap buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai (Legacy) Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey 2016–2025 yang mengabadikan perjalanan kepemimpinan Olly Dondokambey selama memimpin Sulut.
Menurut Silangen, buku tersebut tidak sekadar menjadi dokumentasi perjalanan seorang kepala daerah, tetapi juga merekam berbagai gagasan, kebijakan dan kerja nyata yang telah dilakukan selama periode kepemimpinan Olly Dondokambey.
Ia menilai, legacy yang ditinggalkan Olly Dondokambey penting untuk terus dijaga dan dilanjutkan, terutama berbagai program pembangunan yang memberikan dampak bagi masyarakat Sulawesi Utara.
“Menjaga nyiur tetap melambai,” menjadi gambaran mengenai keberlanjutan semangat pembangunan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama kepemimpinan Olly Dondokambey.
Buku tersebut berpijak pada semangat Trisakti Bung Karno, cita-cita Sam Ratulangi, serta filosofi “Si tou timou tumou tou” yang memiliki makna manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.
“Nilai-nilai tersebut relevan dengan perjalanan pembangunan Sulut yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Berbagai sektor pembangunan turut menjadi bagian dari catatan dalam buku tersebut. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, investasi, perdagangan, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi syariah.
Selain itu, aspek toleransi dan kerukunan yang selama ini menjadi salah satu wajah Sulawesi Utara juga mendapat perhatian. Hal tersebut dinilai sebagai bagian penting dari warisan kepemimpinan yang perlu dipertahankan di tengah dinamika pembangunan daerah.
Peluncuran buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai sendiri berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (26/8/2026). Buku tersebut mengangkat rekam jejak Olly Dondokambey selama menjadi Gubernur Sulawesi Utara periode 2016–2025.
Bagi Silangen, keberadaan buku tersebut dapat menjadi catatan penting bagi generasi berikutnya untuk melihat perjalanan pembangunan Sulawesi Utara sekaligus memahami nilai-nilai yang melandasinya.
Legacy tersebut, menurutnya, bukan hanya tentang apa yang telah dibangun, tetapi juga bagaimana semangat kebersamaan, kolaborasi, toleransi dan kepedulian terhadap masyarakat terus dilanjutkan.(gel)
Editor : Angel Rumeen