Billy Lombok Narsum di Kuliah Umum di FISH Unima, Pendidikan dan IPTEK Kunci Masa Depan Sulut

Angel Rumeen • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:34 WIB
Kuliah umum di FISH Unima.
Kuliah umum di FISH Unima.

 

ManadoPost.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Billy Lombok, SH., MAP, menekankan pentingnya kualitas pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam menentukan masa depan Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kuliah umum yang digelar Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Kamis (27/8/2026).

Kuliah umum yang berlangsung di Gedung Kuliah Lantai III FISH UNIMA tersebut mengangkat tema “Politik Bukan Sekadar Kekuasaan: Memahami Demokrasi, Pendidikan, IPTEK dan Masa Depan Sulawesi Utara.”

Dalam pemaparannya, Billy menyinggung pembicaraan mengenai masa depan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, pembangunan Sulawesi Utara tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah maupun siapa yang memegang kekuasaan, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki pendidikan dan kemampuan yang memadai.

Billy menilai pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam membentuk generasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Karena itu, berbagai persoalan pendidikan masih perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari kualitas pembelajaran, kemampuan literasi dan numerasi, penguasaan bahasa Inggris, hingga pemerataan akses pendidikan.

Selain itu, kesiapan lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Menurut Billy, perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami dan memanfaatkannya secara produktif.

Penguasaan IPTEK, lanjutnya, akan menjadi semakin penting karena perubahan dunia berlangsung begitu cepat. Generasi muda Sulawesi Utara harus dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut sekaligus memiliki daya saing.

Billy juga mengajak mahasiswa untuk melihat politik dalam perspektif yang lebih luas. Politik, menurutnya, tidak semata-mata berbicara mengenai perebutan maupun penggunaan kekuasaan, tetapi berkaitan erat dengan proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang kemudian berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa sebagai bagian dari generasi intelektual diharapkan mampu memahami hubungan antara politik, demokrasi, pendidikan, IPTEK, dan pembangunan daerah.

“Politik bukan sekadar kekuasaan. Politik juga menyangkut bagaimana kebijakan dibuat dan bagaimana kebijakan tersebut memberikan dampak bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia,” menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut.

Billy berharap mahasiswa FISH UNIMA dapat mengambil peran dalam mengawal pembangunan Sulawesi Utara. Tidak hanya melalui ruang politik, tetapi juga melalui bidang akademik, pemerintahan, dunia usaha, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Kuliah umum ini sekaligus menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Sulawesi Utara. Pendidikan, demokrasi dan perkembangan IPTEK dipandang sebagai bagian yang saling berkaitan dalam membangun daerah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan FISH UNIMA di bawah kepemimpinan Rektor UNIMA Dr. Joseph Kambey, SE., MBA., Ak., Dekan FISH Prof. Dr. Theodorus Pangaila, S.Fils., SH., M.Pd., serta Koordinator Program Studi Ilmu Administrasi Negara Dr. Devie S. R. Siwi, SIP., MAP.(gel)

Editor : Angel Rumeen
FISH UNIMA Billy Lombok Unima