Komisioner KPU Sulut, Awaludin Umbola mengatakan, secara teknis program Si Parmas ini akan merekam semua jejak partisipasi publik dalam pemilu.
"Kadang kita melihat partisipasi dalam bentuk angka di TPS. Ketika bicara partispasi pemilih di TPS, Sulut salah satu provinsi yang masuk jajaran 5 besar di setiap pemilu kita," ujarnya.
Lebih jauh dikatakannya, dengan semangat partisipasi masyarakatnya lewat program Si Parmas, KPU ingin menggagas bahwa partisipasi publik itu tidak hanya di hari H pemungutan suara.
"Tapi semua tahapan pemilu itu wajib terekam oleh KPU bahwa ada partisipasi masyarakat di situ," tandasnya.
Dicontohkannya, rekrutmen penyelenggara ad hoc, baik di level kecamatan maupun kelurahan/desa. Ada banyak publik ingin mendaftar untuk terlibat menjadi penyelenggara pemilu di lembaga ad hoc.
"Itu jadi catatan dalam bentuk angka bahwa publik mau bersama-sama dengan KPU. Itu jadi semangat dalam periode ini," jelasnya.
"Jadi, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Sekali lagi, ini sangat penting keterlibatan semua elemen masyarakat," tutupnya. (ando)
Editor : Tanya Rompas