Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kemenparekraf Tetapkan Batuputih Bawah Kota Bitung Desa Wisata Terbaik, Diharapkan Jadi Pusat Pariwisata yang Mendunia

Livrando Kambey • Kamis, 12 September 2024 | 19:08 WIB

 

Kemenparekraf saat melihat UMKM hasil kerajinan di Kelurahan Batuputih Bawah, Kota Bitung.
Kemenparekraf saat melihat UMKM hasil kerajinan di Kelurahan Batuputih Bawah, Kota Bitung.
MANADOPOST.ID- Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Sulawesi Utara masuk 50 besar di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Kamis (12/9), kampung yang terletak di ujung utara Kota Bitung ini ditetapkan sebagai salah satu desa wisata terbaik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatif Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma bersama tim dan juri ADWI mengatakan, Kelurahan Batuputih Bawah merupakan desa wisata ke 40 yang dikunjungi dari 50 desa terbaik.

"Kami tentu mengapresiasi pengelola desa wisata di Batuputih Bawah. Ini menjadi visi kami. Termasuk jadi program unggulan. Sehingga kami berusaha kolaborasi, bersinergi dan menginspirasi pengembangan desa wisata," ujar Kusuma.

Dengan masuknya Batuputih Bawah sebagai desa wisata terbaik, diharapkan bisa memberi kemajuan dalam pengelolaan desa wisata dan bisa menang dalam ADWI 2024, dengan kelebihan masing-masing.

"Kami yakin desa wisata bisa wujudkan Indonesia berdaya saing global, berkelanjutan serta kesejahteraan rakyat. Harapan kami tentunya bisa memasarkan wisata ini menjadi pusat pariwisata yang mendunia juga," harapnya.

Langkah konkrit Kemenparekraf, lanjutnya, akan lakukan pendampingan dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mengembangkan produknya. Dengan harapan dukungan yang diberikan berdampak pada kunjungan para wisatawan.

"Kami berusaha beri pendampingan supaya jadi lebih baik. Masyarakat juga perlu terlibat. Memviralkan, mendukung bagaimana Kelurahan Batuputih Bawah bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami sudah siapkan bantuan pemerintah. Silahkan menyampaikan proposal, usulan apa yang perlu dibenahi untuk meningkatkan nilai tambah," paparnya.

Diketahui, ADWI telah dilaksanakan selama 3 tahun oleh Kemenparekraf. Tahun 2024 ini, ADWI kembali diselenggarakan dengan mengangkat tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”. Tema ini merupakan sebuah visi untuk masa depan pariwisata di Indonesia.

Kampung Wisata Batuputih terbentuk sejak tahun 2017. Kampung Wisata ini memiliki daya tarik yang telah mendunia dari pegunungan, pantai dan hutan. Kampung Wisata ini terbentuk karena banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara.

Daya Tarik utama Kampung Wisata Batuputih adalah Tawan Wisata Alam (TWA) Tangkoko yang terkenal dengan flora dan fauna endemik yang telah mendunia, flora endemik yang dikenal adalah beringin, aras, pohon bitung, fiskus dan nantu.

Sedangkan fauna endemik yaitu, tarsius spectrum (monyet terkecil didunia), macaca nigra/black macaa (monyet hitam bokong merah), anoa, kus-kus, dan banyak burung endemik seperti rangkong, burung hantu sulawesi, king fisher dan lainnya.

Kampung ini juga pernah dikunjungi oleh peneliti dunia seperti Alfred Wallesce. Oleh sebab itu, untuk memberikan penghargaan kepada Alfred Wallace, dibuatlah patung Allfred Wallace di tengah hutan TWA Tangkoko.

Penetapan Batuputih Bawah sebagai desa wisata nampak dihadiri Kadis Pariwisata Pemprov Sulut Kartika Devi Tanos, Sekretaris Daerah Pemkot Bitung dan jajaran, tamu undangan serta masyarakat setempat. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas
#Desa Wisata #bitung